Uang Pensiun Rp16,5 Juta Raib Dijambret, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Baru ngambil uang pensiunan dari sebuah bank seorang lansia di Gadobangkong Badung Barat dijambret dan uang seniali Rp17 juta raib

Uang Pensiun Rp16,5 Juta Raib Dijambret, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Tangkapan layar aksi komplotan penjambret di Gadobangkong sebelum mengambil uang pensiunan Rp17 juta milik Djadja Sumarna, Senin (21/4/2026). Istimewa

INILAHKORAN.ID – Nasib malang menimpa Djadja Sumarna (77) usai menjadi korban tindak kriminal penjambretan yang dilakukan secara terorganisir di kawasan Gadobangkong, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (20/4/2026).

Akibat peristiwa ini, uang pensiunan sebesar Rp16,5 juta yang baru saja diambil korban dari sebuah bank di kawasan Cimareme raib dibawa pelaku.

Kejadian tersebut kini tengah viral di berbagai grup WhatsApp warga lantaran aksi kriminal tersebut terekam jelas kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman itu memperlihatkan adanya koordinasi antara pelaku pengendara motor dengan sebuah mobil yang diduga berperan sebagai pengalih perhatian atau pengawal.

Peristiwa itu terjadi tepat di depan rumah korban di Jalan Raya Gaduh. Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman video, pelaku diduga telah melakukan pengintaian atau stalking sejak korban berada di area bank.

Saat korban turun dari angkutan umum dan hendak menyeberang jalan menuju rumahnya, situasi tersebut dimanfaatkan oleh pelaku untuk menjalankan aksinya.

Keberadaan sebuah mobil Daihatsu Sigra berwarna putih yang bergerak mencurigakan, memutar balik dan seolah menghalangi jalan, dinilai menjadi kunci modus operandi untuk memisahkan korban dan mengalihkan perhatian, sebelum akhirnya pelaku di atas motor bertindak mengambil tas korban dari arah belakang.

Keluarga korban menilai kejadian ini bukanlah tindakan kriminal spontan, melainkan sudah direncanakan dengan matang oleh sebuah komplotan.

Hal ini diperkuat dengan fakta setelah berhasil merampas tas dan melarikan diri menuju arah Cimahi, mobil Sigra putih tersebut juga terlihat bergerak mengikuti arah yang sama dengan pelaku motor.

Meskipun nomor polisi mobil berhasil terekam dengan jelas, sayangnya plat nomor motor pelaku tidak terlihat dalam rekaman, sehingga menyulitkan identifikasi awal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga telah mendatangi kepolisian untuk meminta keadilan, namun proses penyelidikan masih dalam tahap awal verifikasi laporan.

"Papak saya turun dari kendaraan tepat di sebrang depan rumah. Dari rekaman CCTV, terlihat sudah ada pengendara motor berboncengan yang diduga mengikuti sejak dari arah bank," ujar anak korban, Reka Karsa, saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).

Reka menjelaskan detail kejadian yang sangat mencurigakan. Saat sang ayah hendak menyeberang, muncul mobil Sigra putih yang memutar balik tepat di depan dan seolah menghalangi jalan.

"Itu seperti memberi isyarat atau membuka jalan bagi pelaku motor. Setelah situasi aman bagi mereka, pelaku langsung merampas tas hitam berisi uang dari arah belakang," jelasnya.

Usai mendapatkan barang bukti, lanjut Reka, pelaku langsung kabur dengan kecepatan tinggi. Korban sempat berusaha mengejar namun tidak mampu karena faktor usia. Ia juga memantau gerak-gerik mobil yang dianggap sangat janggal.

"Mobil Sigra itu setelah kejadian juga ikut berputar arah dan lewat di jalan yang sama dengan pelaku motor," bebernya.

"Kami belum bisa pastikan apakah satu komplotan atau bukan, tapi pola geraknya sangat mencurigakan," sambungnya.

Reka mengungkapkan, nomor polisi mobil tersebut sudah terekam jelas dan menjadi barang bukti penting bagi penyidik. "Sudah kami lapor ke Polsek Padalarang. Mudah-mudahan dengan adanya rekaman CCTV dan nomor polisi mobil, pelaku bisa segera diusut dan ditangkap," harapnya.

Terpisah, Kapolsek Padalarang AKP Kusmawan mengaku pihaknya masih memproses laporan tersebut. "Belum ada (laporan resmi masuk)," jawab Kusmawan singkatnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti