Jambret Tas Berisi Laptop Studi, Mahasiswi di Margaasih Jadi Korban

Seorang mahasiswi bernama Zelina Aurora Devianda Vega (21) menjadi korban pencurian disertai kekerasan saat berjalan pulang menuju kediamannya.

Jambret Tas Berisi Laptop Studi, Mahasiswi di Margaasih Jadi Korban
Ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Seorang mahasiswi bernama Zelina Aurora Devianda Vega (21) menjadi korban pencurian disertai kekerasan saat berjalan pulang menuju kediamannya di kawasan Margaasih, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (26/8) sore.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Kampung Jati Mekar RW05, Desa Margaasih. Saat itu, korban baru saja selesai kuliah dan berjalan kaki seorang diri dari arah jalan utama Margaasih menuju rumahnya di kawasan Perumahan Pesona Margaasih

Kondisi jalan yang dilalui saat itu terbilang sepi, sehingga mempermudah pelaku untuk bergerak tanpa terlihat banyak saksi. Tanpa diduga, seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor berwarna hitam melintas dengan kecepatan tinggi dan langsung mendekati korban. 

Dalam sekejap, pelaku menarik secara paksa tas yang sedang dijinjing korban, lalu tancap gas melarikan diri ke arah Jalan Jati Asih. Korban yang terkejut sempat berusaha mengejar, namun upaya tersebut sia-sia karena pelaku melaju terlalu cepat dan segera menghilang dari lokasi kejadian.

Tas yang dirampas berisi sebuah laptop merek Lenovo serta sejumlah surat dan dokumen penting yang berkaitan langsung dengan keperluan akademik korban. 

Kehilangan barang-barang tersebut berpotensi mengganggu kegiatan belajar dan tugas-tugas perkuliahan yang sedang dijalani. 

Kepala Seksi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur membenarkan adanya laporan dugaan pencurian disertai kekerasan tersebut. Ia menjelaskan, korban segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Margaasih agar ditindaklanjuti dengan penyelidikan menyeluruh.

"Atas peristiwa tersebut, korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Margaasih," ujar Iptu Gofur, Jumat (28/8/2026).

Pihak kepolisian langsung melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi untuk mencari petunjuk mengenai identitas dan arah pelarian pelaku. 

Menurut Gofur, penelusuran CCTV tidak hanya terbatas di sekitar TKP, namun diperluas ke jalur yang diduga dilalui pelaku setelah melakukan penjambretan guna memperoleh gambaran pergerakan pelaku secara utuh.

"Penyisiran CCTV bukan hanya dilakukan di sekitar TKP, tetapi juga di jalur yang diduga dilalui pelaku setelah melakukan penjambretan," jelasnya.

Gofur juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Margaasih dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di jalan, terutama ketika kondisi jalanan mulai sepi dan saat bepergian seorang diri. 

Warga diharapkan lebih teliti memperhatikan lingkungan sekitar, menghindari jalan yang gelap dan sepi, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat hal-hal yang mencurigakan. 

"Kami mengingatkan agar warga tidak membawa barang berharga secara mencolok saat berjalan sendirian guna meminimalkan risiko menjadi sasaran kejahatan jalanan," tandasnya.***


Editor : JakaPermana