Sawah Margaasih Terancam Gagal Panen, Petani Sebut Irigasi Hilang Gegara Tol Soroja

Musim kemarau mulai menjadi ancaman serius bagi petani Kabupaten Bandung. Ratusan hektare sawah di Desa Mekar Rahayu, Kec Margaasih kini mengalami kekeringan.

Sawah Margaasih Terancam Gagal Panen, Petani Sebut Irigasi Hilang Gegara Tol Soroja
Petani penggarap, Dedeh Rodiah (56), bekerja di areal persawahan Kampung Cimalayu mulai mengering akibat tidak mendapat pasokan air, Rabu (8/7/2026). (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN.ID - Musim kemarau mulai menjadi ancaman serius bagi petani di Kabupaten Bandung. Ratusan hektare sawah di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih kini mengalami kekeringan hingga tanaman padi terancam gagal panen.

Salah seorang petani penggarap, Dedeh Rodiah (56), mengatakan tanaman padi berusia sekitar dua bulan yang ditanamnya di areal persawahan Kampung Cimalayu mulai mengering akibat tidak mendapat pasokan air.

Menurutnya, selama dua bulan terakhir hujan hampir tidak turun. Kondisi tersebut diperparah karena saluran irigasi yang sebelumnya mengairi sawah sudah tidak berfungsi sejak pembangunan jalan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja).

"Sawah di sini hanya mengandalkan air hujan. Saluran irigasi sudah tidak ada karena tertutup pembangunan tol Soroja," kata Dedeh kepada INILAHKORAN.ID, Rabu (8/7/2026).

Dedeh mengungkapkan, sebenarnya masih ada cara menyelamatkan tanaman padi, yakni dengan menyedot air dari Sungai Citarum menggunakan mesin diesel. Namun, biaya pengadaan mesin beserta selang berukuran besar mencapai sekitar Rp10 juta, angka yang tidak mampu dijangkau para petani penggarap.

"Kami hanya petani penggarap. Mana sanggup membeli mesin diesel dan selangnya. Ada yang punya mesin, tapi tidak mau disewakan. Sawah yang saya garap sekitar 200 tumbak milik warga Cibaduyut," ujarnya.

Dia mengaku kini hanya bisa pasrah melihat tanaman padinya mati perlahan karena kekeringan. Mayoritas petani di kawasan tersebut merupakan penggarap, sedangkan pemilik lahan berasal dari luar daerah.

Dedeh menilai persoalan kekeringan mulai dirasakan sejak keberadaan tol Soroja yang disebut menutup jalur irigasi menuju areal persawahan.

"Sejak ada tol Soroja, lahan pertanian kami rusak karena irigasinya tertutup. Sekarang hanya mengandalkan hujan. Kalau tidak turun hujan, sawah dibiarkan kering dan tidak ditanami lagi. Bahkan tanah di sini juga sulit dijual karena tidak ada aliran air," katanya.

Para petani berharap pemerintah daerah segera turun tangan mencari solusi, baik dengan membangun kembali jaringan irigasi maupun menyediakan bantuan pompa air agar ratusan hektare sawah di Desa Mekar Rahayu tidak mengalami gagal panen pada musim kemarau tahun ini.


Editor : Doni Ramdhani