Jaga Lahan Pesawahan Tetap Produktif, Pemkab Cirebon Jaga Ketersediaan Air
Pemkab Cirebon terus berupaya menjaga pasokan air agar pesawahan tetap produktif selama musim kemarau
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan persawahan sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Cirebon.
Pengelolaan sumber daya air dan jaringan irigasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar pasokan air bagi pertanian tetap terjaga.
Kepala UPTD PSDA Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, Ihsan Naufan, mengatakan penyelamatan lahan persawahan menjadi salah satu perhatian dalam mendukung target ketahanan pangan nasional.
Menurut Ihsan, keberadaan jaringan irigasi harus ditunjang dengan ketersediaan air yang memadai. Pasokan air yang berkelanjutan diperlukan agar lahan pertanian tetap produktif dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau kita ingin menyelamatkan lahan persawahan dan mendukung ketahanan pangan, tentu yang paling penting adalah bagaimana ketersediaan air untuk irigasi bisa tetap terjaga,” kata Ihsan, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, menjaga ketersediaan air tidak dapat dilakukan oleh pengelola sumber daya air sendiri. Dibutuhkan koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah, terutama Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menyelaraskan pengelolaan jaringan irigasi dengan kebutuhan lahan pertanian. Dengan demikian, distribusi dan pemanfaatan air dapat dilakukan secara lebih efektif serta tepat sasaran.
“Pengelolaan air ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi antara PSDA, Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum di daerah, sehingga kebutuhan air dan kondisi jaringan irigasinya bisa ditangani bersama,” ujarnya.
Selain menjaga kuantitas, menurut Ihsan, kualitas air juga perlu menjadi perhatian. Pengelolaan harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari wilayah hulu hingga hilir agar air yang dialirkan melalui jaringan irigasi tetap dapat mendukung aktivitas pertanian.
Koordinasi lintas sektor diharapkan mampu memastikan distribusi air menuju lahan persawahan tetap berjalan dengan baik, terutama ketika kebutuhan air pertanian meningkat.
“Selain ketersediaan air, kualitasnya juga harus tetap dijaga dari hulu hingga hilir. Karena itu, diperlukan koordinasi lintas sektor agar distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan dengan baik,” ujar Ihsan.
Dia menambahkan, dengan pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi dan berkelanjutan, produktivitas lahan persawahan di Kabupaten Cirebon diharapkan tetap terjaga sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Editor : Ahmad Sayuti

