Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Tangerang Terancam Puso

Ratusan lahan pesawahan di Kabupaten Tangerang Banten terancam puso atau gagal panen akibat kemarau

Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Tangerang Terancam Puso
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono memberikan keterangan resmi terkait dampak kemarau panjang bagi pertanian di daerahnya itu pada Selasa (15/9/2026). ANTARA

INILAHKORAN.ID - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tangerang menyebut sedikitnya sekitar 311,75 hektare lahan pertanian sawah di daerah itu terancam mengalami gagal panen atau puso akibat dampak kemarau panjang 2026.

"Berdasarkan data per tanggal 9 September 2026 diperkirakan terdampak puso sebanyak 311,75 hektare," kata Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono di Tangerang, seperti dikutip dari Antara, Selasa (15/9/2026).

Ia mengatakan dari luas lahan pertanian yang terancam mengalami gagal panen saat ini berpotensi meluas dan bertambah seiring musim kemarau yang masih berlangsung.

"Dan diperkirakan akan bertambah sejalan dengan kondisi iklim sesuai dengan prakiraan cuaca dari BMKG," kata Ujang Sudiartono.

Ia mengungkapkan luas lahan sawah yang mengalami gagal panen tersebut tersebar di 17 wilayah kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten.

Sementara untuk sebaran kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Cisoka, Tigaraksa, Gunung Kaler, Kronjo, Solear, Panongan, Teluknaga, Mekar Baru, Jambe, Pakuhaji, Sindang Jaya, Rajeg, Sukadiri, Kemiri, Mauk, Sukamulya, dan Kresek.

‎"Tersebar di 17 kecamatan dan 27 desa terdata sebagai wilayah yang terdampak," ucap Ujang Sudiartono.

Dalam hal ini Pemkab Tangerang telah menyiapkan beberapa optimalisasi penanganan dampak kemarau terhadap para petani, seperti memberikan benih pengganti yang lahannya mengalami gagal panen tersebut.

‎"Pemkab Tangerang berkolaborasi dengan Pemprov Banten berupaya menyiapkan benih pengganti bagi para petani yang mengalami puso," kata Ujang Sudiartono.


Editor : Ahmad Sayuti