UEA Lirik Investasi Besar di BIJB Kertajati dan Agribisnis Sumedang
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerima Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia dan ASEAN, Y.M. Abdulla Salem Al Dhaheri, di Gedung Bale Pakuan, Kota Bandung, Rabu 1 Oktober 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerima Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia dan ASEAN, Y.M. Abdulla Salem Al Dhaheri, di Gedung Bale Pakuan, Kota Bandung, Rabu 1 Oktober 2025.
Pertemuan itu membahas peluang investasi besar, mulai dari pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, hingga sektor agribisnis di Sumedang.
Kedatangan Dubes UEA yang didampingi jajaran politik dan ekonominya ini disambut Gubernur Dedi Mulyadi bersama Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik dan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Jabar Faiz Rahman.
“Jawa Barat membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi dari Uni Emirat Arab, khususnya di Kawasan Rebana dan BIJB Kertajati. Dan kami siap memastikan seluruh proses berjalan cepat, transparan, serta saling menguntungkan bagi kedua pihak,” kata Dedi Mulyadi.
Ia menegaskan, hadirnya investasi UEA tidak hanya memberi dampak ekonomi, tapi juga membangun kemitraan abadi antarnegara. Hingga semester I 2025, realisasi investasi UEA di Jawa Barat sudah mencapai Rp1,6 triliun.
Untuk memastikan iklim investasi kondusif, Pemprov Jabar menawarkan sejumlah fasilitas nonfiskal. Di antaranya penyederhanaan perizinan melalui OSS-RBA, koordinasi lintas instansi, hingga jaminan keamanan investasi lewat program Jabar Manunggal bersama aparat penegak hukum. Selain itu, Pemprov Jabar menyiapkan tenaga kerja unggul berbasis konsep “Pancawaluya” agar investor mendapat kepastian SDM produktif dan kompetitif.
Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik menambahkan, pertemuan ini secara khusus menyoroti peluang investasi di BIJB Kertajati dan Kawasan Rebana.
“Dubes UEA menyatakan ketertarikan untuk investasi di Jawa Barat. Terutama agribisnis ya, kemudian juga penerbangan. Terutama kaitan dengan penerbangan dan pengembangan Bandara Kertajati,” ujarnya.
Salah satu agenda penting adalah rencana maskapai Etihad membuka penerbangan umrah langsung dari Kertajati, mengingat potensi jamaah umrah asal Jawa Barat sangat tinggi. Sementara di sektor agribisnis, UEA menimbang tawaran investasi senilai Rp189 miliar di Kabupaten Sumedang.
“Intinya dia ingin menanamkan modalnya di Jawa Barat. Selain itu juga ke infrastruktur lain, seperti jalan tol dan lain sebagainya,” kata Dedi Taufik. ***
Editor : JakaPermana

