UEU-FKUI Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan Kedokteran Sesuai Standar Nasional

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK

UEU-FKUI Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan Kedokteran Sesuai Standar Nasional

INILAHKORAN.ID – Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University resmi menandatangani Perjanjian kerja sama (PKS) dengan Fakultas kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jumat 7 Agustus 2026 lalu.

kerja sama ini bertujuan memperkuat penyelenggaraan Program Studi kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter di Universitas Esa Unggul melalui program pengampuan.

Penandatanganan ini dilakukan setelah Universitas Esa Unggul resmi meluncurkan Fakultas kedokteran sebagai langkah strategis pengembangan pendidikan kesehatan. 

Melalui kolaborasi dengan FKUI, UEU memastikan seluruh proses pendidikan kedokteran berjalan sesuai Standar Nasional Pendidikan kedokteran dan berkembang menjadi program studi yang mandiri, unggul, dan berkelanjutan.

Komitmen Bangun Fakultas kedokteran Berkualitas,

Rektor Universitas Esa Unggul, Arief Kusuma Among Praja mengatakan, kerja sama ini merupakan komitmen universitas menghadirkan pendidikan kedokteran berkualitas tinggi.

“Pembukaan Fakultas kedokteran adalah pencapaian strategis tahun ini. Untuk memastikan kualitas sejak awal, kami menggandeng Fakultas kedokteran Universitas Indonesia sebagai mitra pengampuan. Sinergi ini menjadi fondasi penting membangun pendidikan kedokteran yang unggul, adaptif, dan berorientasi mutu,” ujar Rektor Arief dalam keterangan resminya, Minggu (9/8/2026).

Dekan Fakultas kedokteran Universitas Esa Unggul, Murti Andriastuti, menambahkan FK UEU dirancang dengan visi mengedepankan kualitas akademik, profesionalisme, dan kolaborasi lintas disiplin.

“Kami ingin membangun budaya akademik unggul sejak awal. Dengan pembelajaran berpusat pada mahasiswa dan berbasis bukti ilmiah, ditambah sinergi dengan FKUI, kami optimistis dapat menghasilkan lulusan dokter yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia,” kata Prof. Murti.

FKUI: Pengampuan untuk Jaga Mutu dan Keselamatan Pasien,

Dekan Fakultas kedokteran Universitas Indonesia Anna Rozaliyani menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya program pengampuan adalah kemitraan strategis, bukan sekadar pendampingan administratif.

FKUI berkomitmen memperkuat pendidikan kedokteran di Indonesia. Pengampuan bertujuan membangun budaya mutu, tata kelola akademik yang kuat, serta memastikan lulusan kompeten, profesional, dan berintegritas,” jelas Anna.

Lebih lanjut Prof. Anna menekankan pentingnya menjaga kualitas di tengah meningkatnya kebutuhan dokter.

"Perluasan kapasitas harus diiringi komitmen terhadap mutu pendidikan, kompetensi lulusan, keselamatan peserta didik, dan keselamatan pasien. Ini prinsip yang tidak bisa dikompromikan,” tegasnya.

Dalam PKS tersebut, FKUI akan memberikan pengampuan pada UEU melalui 3 tahap utama:

1. Persiapan Pelaksanaan: Pemenuhan aspek akademik, tata kelola, dan kesiapan institusi

2. Penyelenggaraan: Pendampingan proses pembelajaran agar sesuai standar mutu nasional

3. Pengembangan dan Pembinaan: Penguatan kapasitas agar Prodi kedokteran UEU dapat berdiri mandiri

Cakupan kerja sama meliputi pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran, penguatan tata kelola akademik, dan peningkatan mutu pendidikan. 

Dosen pakar dari FKUI juga akan terlibat mengajar bersama dosen UEU, sehingga mahasiswa mendapatkan integrasi keunggulan akademik, praktik klinis, dan perkembangan ilmu kedokteran terkini.

kerja sama ini melengkapi ekosistem pendidikan kesehatan Universitas Esa Unggul yang telah mencakup Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, Keperawatan, Fisioterapi, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, dan Manajemen Informasi Kesehatan. Dengan pendekatan pembelajaran interprofesional dan kemitraan strategis bersama FKUI, UEU optimistis dapat mencetak dokter profesional yang siap yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan nasional.


Editor : Ahmad Sayuti