Uji Cepat Takjil di Alun-alun Lembang, BPOM Bandung Pastikan Bebas Zat Berbahaya

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung telah melakukan pemeriksaan uji cepat terhadap 14 variasi sampel takjil yang dijual oleh pedagang

Uji Cepat Takjil di Alun-alun Lembang, BPOM Bandung Pastikan Bebas Zat Berbahaya
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung telah melakukan pemeriksaan uji cepat terhadap 14 variasi sampel takjil yang dijual oleh pedagang

INILAHKORAN.ID – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung telah melakukan pemeriksaan uji cepat terhadap 14 variasi sampel takjil yang dijual oleh pedagang di kawasan Alun-alun Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hasilnya menunjukkan seluruh produk bebas dari zat berbahaya seperti formalin, boraks, serta pewarna berbahaya rhodamin B dan methanil yellow.
 
Sampel yang diuji mencakup beragam jenis takjil populer, mulai dari tahu goreng, cilor, bakso goreng, sosis goreng, cakue, saus, hingga es campur. 

Kepala BBPOM Bandung, I Made Bagus Gerametta menjelaskan, pemeriksaan difokuskan pada empat jenis zat berbahaya yang kerap digunakan oleh oknum pedagang makanan siap saji.
 
"Kami melakukan skrining terhadap kandungan zat berbahaya yang sering ditemukan pada pangan siap saji. Dari 14 sampel yang diambil hari ini, semuanya memenuhi standar keamanan pangan," kata I Made, Selasa 3 Maret 2026. 

"Tidak ada temuan formalin, boraks, maupun pewarna berbahaya pada produk yang diperiksa," bebernya.
 
Menurutnya, zat-zat tersebut memiliki risiko kesehatan yang serius bagi konsumen. Formalin misalnya, yang pada dasarnya digunakan sebagai pengawet mayat, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan keracunan hingga kematian. 

Ia mengungkapkan, akumulasi dalam tubuh dalam jangka panjang juga berpotensi memicu terjadinya kanker.
 
"Alhamdulillah, hingga saat ini kami belum menemukan adanya formalin pada takjil yang diperiksa di kawasan ini," ucapnya.
 
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih takjil atau makanan siap saji. 

"Salah satu ciri khas makanan yang mengandung pewarna berbahaya, yakni warna yang terlalu mencolok atau terang, seperti merah yang tidak alami," sebutnya.

Selain itu, lanjut I Made, makanan yang bisa bertahan dalam waktu lama tanpa menunjukkan tanda-tanda pembusukan juga perlu diwaspadai karena berpotensi mengandung bahan pengawet berbahaya.
 
"Pilihlah makanan yang tampak bersih dan segar. Hindari produk dengan warna yang tidak wajar atau yang dapat bertahan terlalu lama tanpa penyimpanan yang tepat," tandasnya. ***


Editor : JakaPermana