Wali Kota Bandung Ingatkan Risiko Biaya Rumah Sakit Tanpa BPJS Kesehatan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pentingnya kepesertaan aktif BPJS Kesehatan sebagai perlindungan finansial bagi warga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pentingnya kepesertaan aktif BPJS Kesehatan sebagai perlindungan finansial bagi warga. Tanpa BPJS Kesehatan, biaya perawatan medis bisa sangat besar dan berisiko memberatkan keluarga.
“Begitu masuk rumah sakit dan tidak punya BPJS, biayanya bisa ratusan ribu bahkan lebih. Maka lebih baik kita siapkan dari sekarang,” kata Farhan pada Selasa 3 Maret 2026.
Menurut ia, jaminan kesehatan bukan sekadar kewajiban administratif. Melainkan bentuk perlindungan ekonomi yang nyata. Keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC), sangat bergantung pada tingkat keaktifan iuran warga.
Semakin tinggi partisipasi, semakin besar pula kemampuan pemerintah membiayai warga miskin yang sakit.
"Seperti data di Kelurahan Babakan Surabaya menunjukkan tingkat kepesertaan sekitar 79 persen. Kalau 79 persen, berarti masih ada 21 persen yang belum aktif atau menunggak. Ini harus kita dorong," ucapnya.
Farhan juga menekankan, setiap iuran BPJS Kesehatan memiliki nilai sosial yang besar. “Setiap iuran BPJS itu ada amal jariahnya. Karena dari situ kita bisa membantu warga miskin yang tidak mampu bayar,” ujar dia.
Ia mengingatkan warga memanfaatkan layanan informasi resmi, seperti call center 165 guna memastikan status kepesertaan dan administrasi. Dengan begitu, masyarakat bisa terhindar dari risiko biaya kesehatan mendadak yang tinggi.
“Ketika sehat, kita membantu yang sakit. Ketika sakit, sistem akan membantu kita,” tuturnya.
Farhan berharap, kolaborasi antara kelurahan, kecamatan dan warga mampu meningkatkan kepesertaan aktif. "Dengan partisipasi yang lebih tinggi, perlindungan kesehatan masyarakat akan semakin kuat dan risiko finansial akibat biaya medis dapat ditekan," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

