Ujung Jari Tanpa Bullying
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Palu - Sekolah semestinya menjadi ruang tempat anak belajar tanpa rasa takut. Namun, ancaman perundungan tak selalu hadir dalam bentuk bentakan atau kekerasan fisik.
Di tengah perkembangan teknologi, luka juga bisa datang melalui layar ponsel, dari pesan, komentar, hingga unggahan di media sosial.
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengajak seluruh guru memperkuat komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan terbebas dari segala bentuk perundungan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Hardi mengatakan, perundungan merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Bentuknya semakin beragam, mulai dari kekerasan verbal, fisik, hingga perundungan di ruang digital.
“Dulu kita mengatakan ujung lidah adalah nasib kita, sekarang ujung jari juga menentukan nasib kita,” kata Hardi di Palu, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (1/10).
Menurut dia, kemajuan teknologi telah mengubah cara generasi muda berinteraksi. Karena itu, kemampuan menggunakan media sosial secara bijak menjadi bagian penting dalam mencegah cyberbullying.
Anak-anak perlu memahami apa yang pantas dibagikan dan apa yang sebaiknya disimpan. Mereka juga perlu mampu membedakan informasi yang benar dengan hoaks. Sebab, satu unggahan atau komentar dapat meninggalkan dampak panjang bagi orang lain.
Upaya menciptakan sekolah yang ramah dan aman, kata Hardi, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Palu untuk mewujudkan kota yang sehat, ramah anak, dan bersih.
Karena itu, pencegahan perundungan tidak cukup hanya dibebankan kepada guru. Kepedulian perlu tumbuh bersama antara peserta didik, guru, orang tua, hingga alumnus.
Sosialisasi anti-perundungan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, menjadi langkah berkelanjutan untuk membangun budaya sekolah yang tenteram dan nyaman. (gin)
Editor : Inilahkoran

