Umuh Muchtar Minta PSSI Segera Gelar KLB
INILAH, Bandung - Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muchtar meminta agar PSSI segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muchtar meminta agar PSSI segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Pasalnya, saat ini Joko Driyono yang dipercaya sebagai Plt Ketua Umum PSSI sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pria yang akrab disapa Jokdri itu ditetapkan sebagai tersangka kasus yang berdasar pada Laporan Polisi Nomor: LP/03/II/2019/Satgas, tanggal 1 Februari 2019.
Jokdri panggilan Joko Driyono dijerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti.
Barang bukti tersebut sebenarnya yang telah terpasang garis polisi oleh penguasa umum, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP, yang terjadi pada pada Jumat, 1 Januari 2019, di Kantor Komisi Disiplin PSSI di Jl. Taman Rasuna Timur Menteng Atas, Jakarta Selatan.
"Kalau sudah seperti ini, saya bilang harus segera KLB. Apalagi sudah banyak voters yang teriak (ingin KLB). Sudah ada Exco juga yang akan mengambil keputusan," ujar Umuh, Minggu (17/2/2019).
Menurut Umuh, KLB itu harus segera dilakukan lantaran saat ini PSSI akan dihadapkan dengan beberapa kejuaraan. Dari mulai Piala Indonesia, Piala Presiden, hingga Liga 1 2019.
"Nanti siapa yang bertanggung jawab di situ. Siapa yang menjadi pemimpinnya. Kan tidak gampang mengambil keputusan seperti itu," katanya.
Namun, Umuh mengaku belum memiliki gambaran terkait calon yang pantas menduduki kursi kepemimpinan sebagai Ketua Umum PSSI. Menurutnya yang terpenting sosok tersebut memiliki kekuatan, keberanian, dan lebih pintar menjadikan sepak bola Indonesia lebih baik.
"Kita harus segera berunding dengan voters dan Exco. Saya juga akan bicara untuk mengambil keputusan yang tepat. Kalau sekarang kita ambil keputusan buru-buru hasilnya juga jeblok, tidak menguntungkan semua pihak," pungkasnya.
Editor : inilahkoran

