UNESCO Akui Palestina, AS Resmi Tarik Diri Mulai Akhir 2026

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan keputusannya untuk mundur dari keanggotaan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). 

UNESCO Akui Palestina, AS Resmi Tarik Diri Mulai Akhir 2026
UNESCO Akui Palestina, AS Resmi Tarik Diri Mulai Akhir 2026

INILAHKORAN - Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan keputusannya untuk mundur dari keanggotaan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). 

Langkah ini diambil di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump sebagai bentuk protes terhadap arah kebijakan organisasi tersebut yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan nasional AS.

Dalam pernyataan yang disampaikan Wakil Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, Presiden Trump menilai bahwa UNESCO telah mendorong isu-isu budaya dan sosial yang progresif serta dianggap memecah belah. 

“Organisasi ini mendukung agenda-agenda yang bertentangan dengan kebijakan rasional yang telah dipilih rakyat Amerika,” ujar Kelly, seperti dikutip dari New York Post, Rabu 23 Juli 2025.

Sementara itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce menambahkan bahwa pemberitahuan resmi telah disampaikan kepada Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay. 

Keputusan untuk mundur dari organisasi tersebut akan mulai berlaku efektif pada 31 Desember 2026. Hingga waktu tersebut, Amerika Serikat masih tercatat sebagai anggota penuh.

Bruce menjelaskan bahwa alasan utama penarikan diri ini berkaitan dengan pandangan AS terhadap arah ideologis UNESCO yang disebut terlalu “globalis” dan tidak sejalan dengan prinsip kebijakan luar negeri “America First” yang diusung pemerintahan Trump. 

Ia juga menyoroti keputusan UNESCO untuk mengakui keanggotaan Negara Palestina sebagai salah satu pemicu ketegangan.

“Pengakuan terhadap Palestina merupakan langkah yang sangat bermasalah, bertentangan dengan kebijakan luar negeri AS, dan telah memperkuat retorika anti-Israel di dalam UNESCO,” tegas Bruce.

Langkah Amerika Serikat ini menandai ketegangan lanjutan antara Washington dan lembaga-lembaga internasional di bawah naungan PBB, terutama yang dianggap tidak mendukung kepentingan strategis dan nilai-nilai yang dianut AS.

Sejak diakui sebagai anggota penuh UNESCO pada 2011, keanggotaan Palestina memang menuai kontroversi dan penolakan dari beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan ini telah berkontribusi pada penangguhan dana kontribusi AS terhadap UNESCO selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berujung pada pengunduran diri formal.


Editor : Firda Rachmawati