Ungkap Empat Kampung Hilang Dihantam Banjir, Gubernur Aceh: Seperti 'Tsunami' Kedua
Dengan suara bergetar, Muzakir mengungkapkan bahwa empat kampung hilang tersapu banjir pada malam kejadian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Suasana haru menyelimuti pusat komando penanganan bencana ketika Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, tak mampu menahan tangis saat menyampaikan kondisi terkini dampak banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh.
Dengan suara bergetar, Muzakir mengungkapkan bahwa empat kampung hilang tersapu banjir pada malam kejadian. Desa-desa tersebut di antaranya Sawang, Jambo Aneuk, Bireuen, dan Peusangan yang lenyap dalam sekejap tanpa jejak.
“Ada empat kampung hilang entah ke mana… Sawang, Jamboane, Bireun Peusangan. Malam itu hilang entah ke mana. Aceh sekarang seperti mengalami tsunami kedua, Pak,” ujarnya sambil menitikkan air mata.
Muzakir menjelaskan bahwa bencana kali ini merupakan salah satu yang terburuk sejak tsunami 2004. Selain korban jiwa yang terus bertambah, sejumlah wilayah masih terisolasi akibat jalan tertimbun material longsor dan jembatan hanyut.
Banyak warga yang belum dapat dievakuasi karena medan berat dan curah hujan yang masih tinggi. Tim SAR gabungan, TNI–Polri, dan relawan kini fokus membuka akses darurat agar bantuan dapat menjangkau lebih cepat.
Pengungsi Membludak, Pemerintah Kerahkan Bantuan Maksimal
Gubernur Aceh menyebut ribuan keluarga mengungsi ke pos darurat dengan fasilitas terbatas. Pemerintah daerah bekerja bersama BNPB, BPBD, hingga Kementerian Sosial untuk mempercepat penanganan, termasuk penyediaan bantuan makanan, air bersih, tenda, hingga layanan kesehatan.
“Kami mohon doa masyarakat. Yang hilang masih dicari, yang terdampak harus segera mendapatkan tempat aman,” kata Muzakir.
Dalam pernyataannya, Gubernur Aceh juga meminta pemerintah pusat terus meningkatkan dukungan penanganan bencana di Aceh, khususnya untuk membuka desa-desa yang masih terisolasi dan mempercepat pencarian korban.
“Kita sedang menghadapi situasi yang sangat berat. Ini ujian bagi masyarakat Aceh,” ucapnya.
Ungkapan “tsunami kedua” yang disampaikan Muzakir menjadi perhatian publik karena menggambarkan besarnya skala kehancuran di sejumlah kampung. Banyak warga yang mengaku trauma kembali muncul ketika menyaksikan derasnya arus banjir yang datang tiba-tiba.
Hingga kini, pencarian korban masih berlangsung dan angka kerusakan diperkirakan akan bertambah seiring proses pendataan di lapangan.
Editor : Firda Rachmawati

