Muzakir Manaf dan Fadhullah Resmi Ditetapkan Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2025-2030
Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh secara resmi menetapkan pasangan Muzakir Manaf dan Fadhullah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih hasil Pilkada 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh secara resmi menetapkan pasangan Muzakir Manaf dan Fadhullah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih hasil Pilkada 2024.
Penetapan tersebut diumumkan dalam rapat pleno terbuka yang digelar KIP Provinsi Aceh di Aceh Besar pada Kamis (tanggal disesuaikan).
Rapat pleno tersebut dipimpin oleh Ketua KIP Provinsi Aceh, Agusni AH, dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Penjabat Gubernur Aceh Safrizal, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Aceh, perwakilan partai politik, serta berbagai undangan lainnya.
Pasangan Muzakir Manaf dan Fadhullah berhasil meraih dukungan sebanyak 1.492.846 suara atau 53,27 persen, mengungguli pasangan calon lainnya.
Pasangan ini didukung oleh koalisi besar yang terdiri dari partai politik lokal dan nasional, seperti Partai Aceh, Partai Nanggroe Aceh (PNA), Gerindra, Demokrat, PPP, PKS, PKB, dan PDI Perjuangan.
Proses Penetapan Tanpa Sengketa
Ketua KIP Provinsi Aceh, Agusni AH, menyampaikan bahwa penetapan ini dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak adanya perselisihan hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada Aceh 2024.
"Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih pada Pilkada 2024 dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi menyurati KPU RI yang menyebutkan tidak ada perselisihan hasil pemilihan," ujar Agusni.
Setelah penetapan ini, KIP Provinsi Aceh menyerahkan berita acara kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
Selanjutnya, DPRA akan menyampaikan hasil tersebut kepada Menteri Dalam Negeri guna penerbitan surat keputusan pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2025-2030.
Mengenai pelantikan, Agusni menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya menjadi ranah DPRA untuk dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.
"Terkait pelantikan, itu bukan ranah kami, tetapi DPRA. DPRA yang berkomunikasi menyangkut SK pengangkatan dan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih hasil Pilkada 2024," tambahnya.
Seruan Persatuan dari Gubernur Aceh Terpilih
Dalam pidato usai penetapan, Gubernur Aceh terpilih Muzakir Manaf mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Pilkada Aceh 2024.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu demi membangun Aceh yang lebih baik.
"Sekarang ini tidak ada lagi kosong satu maupun kosong dua. Kini semua pendukung pasangan calon bersatu padu bersama-sama membangun Aceh demi mewujudkan kemakmuran masyarakat," tegas Muzakir Manaf.
Ia menekankan pentingnya kerja sama dari semua pihak untuk memajukan Aceh dan menghilangkan sekat-sekat perbedaan pasca-pilkada.
Muzakir berharap, kemenangan ini menjadi awal yang baik untuk membawa Aceh menuju pembangunan yang berkelanjutan dan kemakmuran yang merata.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


