Unpad Dorong Transformasi PTPN: Benahi Fondasi Hadirkan Solusi
TRANSFORMASI perusahaan bukan sekadar memulihkan kinerja. Langkah itu juga menjadi jalan menuju penciptaan nilai berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Perubahan sebuah perusahaan tidak selalu dimulai dari ambisi untuk tumbuh besar. Ada kalanya, langkah pertama justru adalah bertahan. Setelah mampu melewati fase itu, perusahaan harus membenahi fondasi sebelum melangkah menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Gambaran perjalanan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III, Denaldy Mulino Mauna, dalam kuliah umum bertajuk From Turn Around to Sustainable Value Creation di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (1/10).
“Transformasi atau perubahan yang harus kita lakukan itu ada fase-fasenya. Fase yang pertama adalah surviving. Pada saat kita mengalami kerugian, kita harus berpikir apa yang harus kita lakukan dulu. Kita harus bertahan untuk hidup,” ujar Denaldy dalam keterangan persnya.
Menurutnya, surviving menjadi tahap awal untuk memastikan perusahaan tetap berjalan. Setelah kondisi mulai stabil, transformasi berlanjut ke fase fix the fundamental. Pada tahap ini, fondasi dan proses bisnis diperbaiki sebagai pijakan untuk membangun pertumbuhan perusahaan.
Transformasi tersebut tidak berhenti pada pemulihan kinerja keuangan. Penciptaan nilai yang berkelanjutan membutuhkan keseimbangan antara people, profit, dan planet.
Dalam konteks ketahanan pangan, peran PTPN juga terus berkembang. Tidak hanya mengelola komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, tebu, dan kopi, PTPN mendapat penugasan mengembangkan sejumlah komoditas pangan lain, di antaranya bawang putih, kedelai, dan ubi kayu.
Pengembangan komoditas tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Padjadjaran dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTPN III dan Unpad. MoU tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat berbagai program yang mendukung pendidikan, riset, sekaligus kontribusi bagi masyarakat.
Rektor Unpad, Prof Arief S Kartasasmita, mengatakan kerja sama dengan PTPN III menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran dan pengembangan kelembagaan. Pengalaman transformasi PTPN, menurutnya, dapat menjadi pembelajaran bagi Unpad dalam membangun institusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi para pengelola mengenai bagaimana sebetulnya bisnis atau suatu usaha yang baik. Hal ini tentu saja tidak hanya cukup untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga bagaimana dapat memberikan kesejahteraan,” kata Arief. (gin)
Editor : Inilahkoran

