Unwim Gelar Wisuda 626 Lulusan
Sebanyak 626 wisudawan/wati Universitas Winaya Mukti (Unwim) di wisuda di Gedung Pertemuan Pusdai Jawa Barat, Kamis (19/12/2019). Mereka adalah lulusan sarjana maupun magister.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Sebanyak 626 wisudawan/wati Universitas Winaya Mukti (Unwim) di wisuda di Gedung Pertemuan Pusdai Jawa Barat, Kamis (19/12/2019). Mereka adalah lulusan sarjana maupun magister.
Rektor Unwim Prof. Dr. Ir. Hj. Ai Komariah, M.S. menuturkan senantiasa tertanam rasa syukur dan bahagia terhadap sivitas Unwim setiap kali hadir dalam wisuda. Pasalnya, kata dia, Unwim telah berhasil mengantar meraih ilmu di bidang studi yang ditekuni dan sekaligus menyandang gelar akademik yang didambakan.
Dia berharap lulusan Unwim memperoleh peningkatan yang berarti dalam kualitas intelektual, kemantapan keimanan, kemulyaan dalam akhlak serta senantiasa menunjukkan karya-nyata yang bermanfaat sebagai hasil sebuah kreativitas yang inovatif.
"Hari ini merupakan hari penting dan bersejarah bagi saudara, karena sesaat lagi akan dilantik secara resmi menjadi seseorang bergelar Magister atau Sarjana," ucap Ai.
Sebagai seseorang yang menyandang gelar Magister maupun Sarjana kata Ai, keberadaannya bukan dinilai dari gelar yang disandang, akan tetapi lebih dari itu, Unwim akan dinilai oleh masyarakat dari cara berfikir dan bertindak yang cermat dan teliti.
Ai menyatakan saat ini dunia sedang memasuki fase perubahan besar dan revolusioner yang dikenal dengan nama Revolusi Industri 4.0. bahkan ada Negara yg sudah memasuki era 5.0. Perubahan pada era ini tidak terjadi secara bertahap seperti meniti tangga secara bertahap tetapi perubahan terjadi secara revolusioner yang mampu merubah tatanan lama menjadi sesuatu hal yg baru yang sangat berbeda.
Di era ini dibutuhkan sumberdaya manusia yang responsif dan mampu mengantisipasi perubahan. Para sarjana yang sebelumnya biasa berfikir dalam lingkup kampus yang terbatas, kini saatnya untuk membuka cakrawala berfikir yang lebih luas, kreatif, progresif, serta responsif. Artinya, mampu menangkap peluang dan kesempatan yang ada di depan mata dengan cermat dan semangat pantang putus asa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Revolusi Industri 4.0 tidak bisa dihindarkan. Tuntutan perkembangan teknologi ini membawa kita semua untuk siap menghadapi perubahan di berbagai lini, tidak terkecuali pendidikan. Tantangan Revolusi Industri 4.0 harus direspon secara cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk Perguruan Tinggi agar mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia ditengah persaingan global. Untuk itu Pendidikan Tinggi wajib merumuskan kebijakan strategis dalam berbagai aspek mulai dari kelembagaan, bidang studi, kurikulum, sumber daya, serta pengembangan cyber university, risbang hingga inovasi," papar Ai.
Untuk mencapai itu semua kata Ai, Unwim terus berusaha untuk menunjukan eksistensinya dengan senantiasa meningkatkan kualitas dalam berbagai hal. Dalam rangka meningkatkan kualitas lulusannya, Unwim juga berusaha menjalin kerjasama dengan lembaga sertifikasi atau kelompok profesi untuk melakukan uji kompetensi sehingga dapat melengkapi lulusan dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) berisi sertifikat profesi.
"Dalam bidang sumberdaya manusia, Unwim juga mendorong para dosen untuk terus mengembangkan dirinya baik melalui studi lanjut, meningkatkan jabatan fungsional, meningkatkan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, maupun sertifikasi dosen sebagai wujud profesionalisme dosen yang bersangkutan," imbuhnya.
Dia menyampaikan, bahwa berkat upaya yang telah dilakukan seluruh sivitas akademika, serta dukungan dari berbagai pihat, Unwim telah mampu meningkatkan status akreditasi dari beberapa program studi yang baik menjadi sangat baik.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut memikirkan dan berpartisipasi dalam pengembangan kampus Unwim tercinta. Kepada para wisudawan/wati sekali lagi kami ucapkan selamat atas keberhasilan saudara-saudara. Semoga setelah saudara terjun di masyarakat, kemampuan dan keterampilan saudara dapat digunakan secara optimal," imbuh Ai. (Okky Adiana)
Editor : JakaPermana

