Uu Ruzhanul Ulum Bangga, Tak Ada Lagi Desa Tertinggal di Kabupaten Cirebon

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi inovasi dan kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Cirebon, untuk penanganan desa tertinggal.

Uu Ruzhanul Ulum Bangga, Tak Ada Lagi Desa Tertinggal di Kabupaten Cirebon
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku bangga karena tak ada lagi desa tertinggal di Kabupaten Cirebon

INILAHKORAN, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi inovasi dan kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Cirebon, untuk penanganan desa tertinggal.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyebutkan pembangunan daerah yang berkelanjutan adalah kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, maju dan mandiri.

Pemda Provinsi Jawa Barat berupaya menyelaraskan pembangunan baik di desa maupun kota. Hal itu, sebut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, untuk meminimalkan kesenjangan dan ketimpangan melalui berbagai aspek dengan inovasi dan kolaborasi antara provinsi dan kabupaten/kota.

“Alhamdulillah, saya merasa bangga sebagai pimpinan di Jawa Barat, bahwa di Kabupaten Cirebon sudah tidak ada lagi desa tertinggal,” tuturnya, dalam rilis yang diterima wartawan, Selasa (23/8/2022).

“Ini juga berkat kemajuan pimpinan dan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Cirebon. Kalau Kabupaten Cirebon maju berarti Jawa Barat maju, Kabupaten Cirebon hebat berarti Jawa Barat pun hebat,” sambung dia.

Status desa tertinggal di Kabupaten Cirebon kini tak ada lagi. Bahkan indikator untuk desa membangun mengalami kenaikan yang sangat signifikan, seperti salah satunya daerah Kecamatan Gegesik yang masuk dalam kategori maju.

Uu juga mengapresiasi Kecamatan Gegesik yang mempunyai potensi luar biasa dalam aspek budaya dan seni karena penting sekali bagi generasi muda terkait warisan budaya untuk dilestarikan dan dijaga keasliannya.

“Harapan kami bukan hanya budaya yang ada di Cirebon yang harus dilestarikan oleh orang tua dan milenial, melainkan seluruh warga Jawa Barat,” harap Uu.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron menuturkan, Kabupaten Cirebon mempunyai 40 kecamatan, dan salah satunya adalah Kecamatan Gegesik yang merupakan daerah wisata budaya dengan ragam budaya yang harus dilestarikan.

"Saya ucapkan terima kasih pada masyarakat (Kabupaten Cirebon). Lestarikan seni dan budaya yang merupakan salah satu ciri suatu daerah atau negara," kata Imron.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jabar Dicky Saromi mengatakan, pelaksanaan Gebyar Desa merupakan kolaborasi antara DPMDes Provinsi, DPMDes Kabupaten Cirebon dan Kecamatan Gegesik dalam rangka menurunkan angka desa tertinggal di Jabar.

Gebyar Desa juga merupakan bentuk apresiasi dari Pemda Provinsi Jabar terhadap desa-desa juara.

Dicky menjelaskan, ada dua tujuan pelaksanaan Gebyar Desa, yang pertama adalah untuk melihat sejauh mana intervensi kebijakan Pemda Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan pembangunan di desa.

"Kedua, kita melihat potensi unik desa, seperti di Gegesik Kulon meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia. Desa ini merupakan daerah tujuan wisata, tapi bukan alam yang ditonjolkan, melainkan seni dan budayanya," papar Dicky.

Adapun di kawasan Gegesik memiliki lima keunikan, yaitu seni kriya seperti perajin wayang kulit dan ukir kayu, seni musik seperti rampak gendang, seni tari topeng dengan lima karakter, seni teater seperti dalang wayang, dan seni sastra.  (cesar yudistira)


Editor : Zulfirman