Viral Wisatawan Mengeluh Pungli di Tanah Karo, Bayar Tiket Masuk 2 Kali

Viral seorang wisatawan memprotes mekanisme pembayaran tiket masuk di. Tanah Karo

Viral Wisatawan Mengeluh Pungli di Tanah Karo, Bayar Tiket Masuk 2 Kali
Viral Wisatawan Mengeluh Pungli di Tanah Karo, Bayar Tiket Masuk 2 Kali

INILAHKORAN.ID - Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh keluhan seorang wisatawan terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) di salah satu destinasi wisata Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara. 

Kejadian ini mendadak viral setelah diunggah oleh akun Instagram @dindaanwar.real dan memicu perdebatan panas di kalangan warganet.

​Dalam unggahan video yang beredar, tampak seorang wisatawan memprotes mekanisme pembayaran tiket masuk yang dinilai tidak wajar dan tumpang tindih.

​Kronologi Kejadian: Bayar Tiket Dua Kali untuk Masuk Wisata

​Berdasarkan narasi dari pengunggah video, wisatawan tersebut mengaku dipaksa membayar uang masuk sebanyak dua kali untuk menuju lokasi wisata (terindikasi ke arah pemandian air panas Sidebuk-debuk).

​"Cemana mau Merdeka kalo kek gini!! Kek mana mau maju wisata Tanah Karo!! Kasian yang mau wisata ke debu"! Harus bayar uang masuk 2x !!" tulis akun tersebut. 

Wisatawan tersebut menjelaskan bahwa mereka sudah melakukan pembayaran pertama di gerbang depan dan mendapatkan barcode resmi. Namun, saat berada di pos kedua, mereka kembali dimintai uang.

​Saat memberikan uang Rp100.000 di pos kedua tersebut, mereka tidak mendapatkan kepastian apakah pungutan tersebut legal atau tidak.

​"Mana la bupatinya ni... bayar masuk di depan, kita ada barcode, eh pas bayar yang ke 2 kita kasih 100ribu. Dapat karcis masuk dan barcode pun ga? katanya resmi?????? Resmi pungli nya hahah.." lanjut pengunggah dengan nada kecewa.

​Dalam video tersebut, terlihat seorang ibu-ibu mengenakan syal/selendang bertuliskan "Tanah Karo" tengah melayani atau berhadapan dengan wisatawan tersebut, didampingi oleh beberapa warga lokal lainnya.

Unggahan tersebut langsung diserbu belasan ribu komentar dari netizen yang ikut geram. Banyak dari mereka yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa di jalur wisata Tanah Karo dan sekitarnya.

​@putrasinaga07_: "Sampek kapan pun pungli di sana gak akan beres????" (Mendapat lebih dari 15 ribu suka).

​@jojo_hansoe: "Pantas laa kampung nya susah maju sdm rendah semua isi nya????"

​@papa.groot: "Ga rakyat, ga pejabat sama sama tukang palak"

​@putri_utio: "Tak ush kemari kelen klo mau liburan aceh aj ngerih x punglinya , mencari kesempatan ibuk ibuk ini.."


Editor : Firda Rachmawati