Waras Ungkap 3 Kali Penerimaan Titipan Uang untuk Banner Iwa Karniwa
Anggota DPRD Jabar Waras Wasisto mengakui ada pemberian uang untuk banner Sekda Jabar Iwa Karniwa. Terlebih Iwa sendiri yang menyatakannya kepada Waras.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Anggota DPRD Jabar Waras Wasisto mengakui ada pemberian uang untuk banner Sekda Jabar Iwa Karniwa. Terlebih Iwa sendiri yang menyatakannya kepada Waras.
Hal tersebut diungkapkan Waras saat menjadi saksi non BAP di kasus suap Meikarta, dengan terdakwa Billy Sindoro cs di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (6/2).
Selain Waras saksi non BAP yang dihadirkan juga Sulaeman anggota DPRD Bekasi.
Dalam kesaksiannya, Waras mengakui tiga kali menerima titipan dengan istilah sumbangan banner dari Sulaeman. Setiap sumbangan yang diterimanya, langsung dilaporkan ke Iwa Karniwa.
"Setelah pertemuan itu (KM72) Pak Iwa bilang ke saya, mas nanti akan ada bantuan banner. Saya jawab, mangga. Terus ada istilah nanti ada tiga," katanya menjawab pertanyaan hakim ketua Tardi.
Tardi pun menanyakan soal banner yang dimaksud. Menurutnya, banner itu untuk publikasi pencalonan Iwa sebagai kandidat calon gubernur dari PDIP Perjuangan.
Kemudian dua minggu setelah pertemuan itu, Neneng Rahmi dan Henry kembali mendatangi gedung Sate. Saat itu, Iwa ada tamu dan mengontak dirinya untuk terlebih dulu menemui Neneng dan Henry.
"Usai pertemuan Iwa menegaskan lagi ke saya. Mas ada titipan untuk banner," ujarnya.
Waras mengaku tiga kali menerima titipan untuk banner, pertama dalam papper bag sekitar Juni 2017 sekutar 100 juta, setelah menghubungi Iwa disuruh dibuatkan banner untuk wilayah, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Bekasi, dan Depok.
Kemudian penerimaan kedua dirinya dihubungi Sulaeman via telepon, dan kembali menyerahkan sumbangan berupa uang sekitar Rp 300 juta untuk dibelikan banner.
"Yang ketiga kali berupa tas kecil coklat kira-kira Rp 500 juta. Saya telpon (Iwa), pak ini ada titipan lagi. Dia nyuruh antar ke Bandung. Karena saya gak bisa, nyuruh staff saya dan keesokannya diberikan ke orang kepercayaan Iwa," ujarnya
Editor : inilahkoran

