Warga Bogor: Buka Jalur R3!
INILAH, Bogor - Ratusan warga melakukan aksi damai. Tuntutan mereka sederhana: buka kembali jalan Regional Ring Road (R3). Memenuhi tuntutan warga bukan soal sederhana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Ratusan warga melakukan aksi damai. Tuntutan mereka sederhana: buka kembali jalan Regional Ring Road (R3). Memenuhi tuntutan warga bukan soal sederhana.
Kekesalan warga Katulampa dan sebagian Bogor Timur mulai memuncak. Bagaimana tidak, kini mereka menjalani kehidupan di tengah kemacetan lalu lintas. Padahal, sejalur jalan sudah jadi dan sempat digunakan. Kini, sudah beberapa lama, jalan itu terpaksa ditutup Pemerintah Kota Bogor.
Mereka, ratusan jumlahnya, Minggu (10/3) pagi
pun mendatangi jalan bermasalah itu. Mereka berasal dari kelompok warga
penghuni sejumlah perumahan. Ada yang dari Perumahan Griya Katulampa, Mutiara
Bogor Raya, Graha Pajajaran, dan bahkan warga kampung sekitar.
Di titik terutup itu, mereka melakukan aksi
demonstrasi. Sebelum melakukan orasi, warga terlebih dulu melakukan senam di
Jalan R3 hingga aksi ratusan orang membawa berbagai macam karton serta spanduk
untuk dibuka jalan R3.
Warga juga memberikan satu buah
kenang-kenangan untuk Wali Kota Bogor yaitu spanduk berisi permintaan atau
permohonan Jalan R3 segera dibuka. Spanduk juga ditandatangani perwakilan warga
dari 12 RW dan lima perumahan.
Tokoh masyarakat Perumahan Mutiara Bogor Raya
(MBR) M. Faisal mengatakan, awalnya warga berkumpul di titik awal jalan R3
dekat perumahan MBR dan melakukan jalan kaki dengan membawa spanduk berisikan
tuntutan warga.
“Tadi sebelum melakukan orasi, kami berjalan
kaki dari perumahan dan wilayah masing-masing. Ada juga kegiatan rutin senam
sebelum melakukan aksi orasi,” ungkap Faisal kepada INILAH usai aksi demonstrasi.
Faisal melanjutkan, dalam aksi orasinya
masyarakat menginginkan agar jalan R3 segera dibuka Pemkot Bogor, masyarakat
juga tidak mau tahu permasalahan antara Pemkot Bogor dan pemilik lahan.
“Awalnya kan sudah jadi jalan dan bisa diakses,
kenapa jadi tidak bisa diakses. Jalur lama sudah sangat padat, tidak layak
menjadi jalan utama lagi karena sempit," tambahnya didampingi Ketua LPM Katulampa,
Bella Allistrinawati.
Ia menegaskan, jalur alternatif setelah
penutupan yang dijanjikan Pemkot Bogor itu tidak ada dan jalur jalur lama
sempit sekali. Apalagi jumlah penduduk bertambah karena ada sekitar 12 RW yang
terdampak di samping lima perumahan yang terdampak langsung.
“Warga perumahan mayoritas menggunakan mobil.
Buat jalur itu sangat banyak. Pihak perumahan tidak berkenan yaitu Kemang
Regency tidak setuju jadi alternatif juga. Ya tidak ada jalan alternatif
jadinya. Perumahan yang terdampak di antaranya MBR, Griya Katulampa, Bogor
River Side, Graha Pajajaran dan Kemang Regency. Ada 12 RW dari total 21 RW
wilayah Katulampa yang terdampak,” tegasnya.
Faisal menjelaskan, warga akan melakukan demonstrasi
berkelanjutan dengan satu harapan jalan R3 segera dibuka. Aksi demonstrasi
setiap minggunya mungkin ada, sampai benar-benar dibuka. “Pemkot mudah-mudahan
ada solusinya untuk hal ini,” pungkasnya.
Tampak hadir Kapolsek Bogor Timur Kompol M
Widodo, dan pihak keamanan dari Polsek Bogor Timur, Polresta Kota Bogor, dan
Koramil menyambut dengan senyuman ramah kedatangan warga, sekaligus untuk
mengawal dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Pemkot Bogor terpaksa melakukan penutupan Jalan R3 Katulampa, untuk menjalankan putusan Pengadilan Negeri Bogor yang harus dipatuhi bersama. Penutupan ini dilaksanakan terhitung mulai tanggal 22 Desember 2018 sampai dengan sekarang, menunggu penyelesaian dengan pihak terkait.
Editor : inilahkoran

