Warga Kampung Leuwiliang Cicalengka Menolak Pipanisasi Air Sungai Citarik ke TPSA Legoknangka
Warga Kampung Leuwiliang Desa Tanjungwangi Kecamatan Cicalengka menolak rencana pengambilan air permukaan dari hulu Sungai Citarik oleh pengelola Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Legoknangka di Kecamatan Nagreg. Pipanisasi air sepanjang kurang lebih 30 kilometer itu, dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan serta menyebabkan kesulitan air bagi warga yang berada di bawah kampung tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang- Warga Kampung Leuwiliang Desa Tanjungwangi Kecamatan Cicalengka menolak rencana pengambilan air permukaan dari hulu Sungai Citarik oleh pengelola Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Legoknangka di Kecamatan Nagreg. Pipanisasi air sepanjang kurang lebih 30 kilometer itu, dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan serta menyebabkan kesulitan air bagi warga yang berada di bawah kampung tersebut.
Salah seorang warga Kampung Leuwiliang RT 3 RW 7 Desa Tanjungwangi, Oo Rohanda (41) mengatakan, warga dikampungnya akhir-akhir ini resah dengan aktivitas sejumlah orang yang melakukan pengukuran untuk jalur pipa. Rencananya, air dari hulu Sungai Citarik di bawah Gunung Kareumbi yang berawal dari kampungnya itu akan diambil airnya oleh pengelola TPSA Leugoknangka di Kecamatan Nagreg.
"Kekhawatiran kami ini kalau airnya dialirkan pakai pipa 12 inci dan ditarik oleh mesin, bisa kering air di Sungai Citarik. Apalagi kalau kemarau seperti sekarang, debit air berkurang drastis, nah kalau ditarik pakai pipa pastinya akan semakin kering dong," kata Oo kepada Inilahkoran.id, Senin 9 September 2024.
Menurut Oo, jika Sungai Citarik ini kering, akan terjadi pengdangkalan akibat endapan lumpur yang tidak terbawa air kewilayah hilir sungai. Jika sungai semakin dangkal, dan dibendung, tentunya rawan terjadi banjir, karena memang posisi Kampung Leuwiliang itu sejajar dengan aliran Sungai Citarik.
"Bukan hanya itu saja, di bawah kampung kami ini ada beberapa desa yang selama ini memanfaatkan air dari Sungai Citarik. Ratusan hektar sawah di desa-desa yang ada di bawah sangat bergantung kepada air dari sungI ini. Termasuk, air terjun Curug Cinulang dan beberapa objek wisata air lainnya," ujarnya.
Selain bakal kesulitan air, lanjut Oo, ia juga merasa khawatir terjadi konflik sosial dengan masyarakat yang ada di bawah Kampung Leuwiliang ini. Ia khawatir warga di bawah, mengira bahwa proyek pipanisasi itu telah mendapatkan izin dan disetujui oleh warga Leuwiliang yang merupakan kampung tempat hulu Sungai Citarik itu berada.
"Padahal kami warga Kampung Leuwiliang sama sekali tidak pernah memberikan izin atau menerima pembangunan bendungan dan pipanisasi itu. Kami bisa disalahkan oleh warga yang berada dibawah, itu yang jadi kekhawatiran kami," katanya.
Sepengetahuan Oo, proyek pipanisasi air untuk keperluan TPSA Leugoknangka itu direncanakan sejak 2017 lalu. Namun sayangnya, sosialisasi hanya dilakukan hanya kepada aparat pemerintahan desa saja. Sedangkan warga sekitar sama sekali tidak mengetahui dengan jelas rencana tersebut. Setelah itu, tidak ada kabar terkait proyek tersebut, bahkan perizinan seperti Amdal dan lainnya pun tak diketahui oleh warga.
"Nah tiba-tiba pada ada pengukuran dan pematokan. Nah 2022-2023 dilakukan pembangunan bendungannya. Pembangunan ini jug tidak ada izin kepada warga dan pemerintab desa setempat. Kemudian pada 2024 ini ada pengerjaan bendungam kembali dan pemasangan patok untuk jalur pipa," katanya.
Oo melanjutkan, kegelisahan dan penolakan warga ini dituangkan dalam sebuah petisi penolakan. Tercatat warga dari beberapa desa yang berada di wilayah Kecamatan Cicalengka dan di Kabupaten Sumedang, menandatangani surat penolakan. Mereka meminta proyek pipaninasi air dari Sungai Citarik pengelola TPSA Leugoknangka itu dihentikan selamanya.
"Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pertemuan dengan semua warga yang ada dibeberapa desa. Intinya pertemuan itu untuk menolak proyek tersebut secara permanen. Karena akan merugikan banyak warga di desa-desa yang dilalui oleh aliran Sungai Citarik,"ujarnya.***
Editor : JakaPermana

