Warga Kampung Nanggerang Desa Pabuaran Korban Pergerakan Tanah Harus Direlokasi
PVMBG sudah mengumumumkan kajian geologinya di Kampung Nanggerang RT 03 RW 02 Desa Pabuaran, Sukamakmur,
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah mengumumumkan kajian geologinya di Kampung Nanggerang RT 03 RW 02 Desa Pabuaran, Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Hasilnya, rumah warga korban bencana pergerakan tanah pada Bulan Februari lalu disarankan untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Mereka tidak merekomendasikan, di lokasi kejadian pergerakan tanah, warga yang kini masih mengungsi ke rumah kontrakan yang dibiayai Pemkab Bogor, membangun ulang rumahnya.
"Hasil kajian geologi PVMBG di lokasi kejadian rawan pergerakan tanah, 60 keluarga warga Kampung Nanggerang korban bencana pergerakan tanah harus direlokasi ke tempat yang lebih aman dari bencana," ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Muhamad Adam Hamdani kepada wartawan, Selasa 10 Maret 2026.
Adam menuturkan, langkah Pemkab Bogor atau dinas teknis tekait selanjutnya ialah mencari lahan relokasi untuk warga Kampung Nanggerang, Desa Pabuaran.
Namun, calon lahan relokasi harus masuk dalam zona hijau atau aman dari bencana pergerakan tanah.
"Calon lahan relokasi juga harus dikaji dulu geologinya oleh PVMBG, lahan tersebut harus masuk dalam zona hijau atau aman dari bencana pergerakan tanah, hingga warga tidak dua kali menjadi korban bencana," tutur Adam.
Dia juga berharap, dengan keluarnya hasil kajian geologi PVMBG warga mau direlokasi dan tidak tinggal lagi di lahan yang lama, demi keselamatannya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan kajian geologi yang dilaksanakan oleh PVMBG dibutuhkan agar pemerintah daerah tidak salah dalam mengambil kebijakan.
Terkait calon lahan relokasi, Pemkab Bogor sedang menginventarisir aset lahan mereka di sekitar lokasi kejadian bencana di Kampung Nanggerang, Desa Pabuaran, Sukamakmur.
"Kami masih menginventarisir aset lahan, untuk persiapan relokasi korban ke lahan dan pembangunan rumah hunian tetap (Huntap)," kata Rudy Susmanto.
Editor : Doni Ramdhani

