Dua Proyek Perumahan Dihentikan Sementara, Tunggu Kajian Longsor di Nanggerang

Dua proyek perumahan di sekitar Kampung Nanggerang RT 03/02, Desa Pabuaran, Sukamakmur dihentikan sementara proses pembangunannya.

Dua Proyek Perumahan Dihentikan Sementara, Tunggu Kajian Longsor di Nanggerang
Pasalnya, proses dua proyek perumahan yang dihentikan sementara itu diduga sebagai penyebab pergeseran tanah atau longsor di Kampung Naggerang. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Dua proyek perumahan di sekitar Kampung Nanggerang RT 03/02, Desa Pabuaran, Sukamakmur dihentikan sementara proses pembangunannya.

Pasalnya, proses dua proyek perumahan yang dihentikan sementara itu diduga sebagai penyebab pergeseran tanah atau longsor di Kampung Naggerang.

Kabid Pengendalian Dan Pemanfaatan Ruang Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) Kabupaten Bogor Kornelius Septyo Pramudito mengungkapkan, ada dua proyek perumahan di sekitar Kampung Nanggerang.

Menurutnya, satu proyek perumahan sudah mengantongi izin persetujuan bangunan gedung (PBG). Sedangkan, satu proyek perumahan lainnya belum mengantongi izin.

Untuk mencegah terjadinya tanah longsor atau pergeseran tanah susulan, dia menegaskan maka pembangunan proyek perumahan itu pun harus dihentikan sementara.

"Sambil menunggu hasil kajian PVBMG, maka proses pembangunannya dihentikan sementara atas perintah Bupati Bogor Rudy Susmanto," kata Kornelius kepada wartawan, Selasa 3 Februari 2026.

Informasi yang dihimpun INILAHKORAN.ID, Dinas PTR Kabupaten Bogor sudah menerbitkan izin PBG di salah satu perumahan yang diduga menjadi penyebab pergeseran tanah Kampung Nanggerang.

Izin PBG tersebut sudah diterbitkan DPTR, karena izin dasarnya baik dari Dinas Pekerjaan Umum, Kantor ATR / BPN, Dinas Lingkungan Hidup dan lainnya sudah keluar.

Kabid Penataan Bangunan Dinas PTR Kabupaten Bogor Riza Juangsah Rahmat mengaku karena izin dasarnya sudah keluar maka perumahan tersebut pun sudah mengantongi izin PBG.

Riza menuturkan, jajaran Dinas PTR pun selama beberapa hari ini menganalisa penyebab kejadian bencana yang terjadi pada Kamis pekan kemarin.

"Terkait dugaan penyebab pergeseran tanah maupun tanah longsor, itu juga kami belum bisa pastikan karena harus dilakukan penilikkan bangunan," tuturnya.


Editor : Doni Ramdhani