Pemkab Bogor Tunggu Kajian PVBMG untuk Relokasi Warga Kampung Nanggerang
Pemkab Bogor dibantu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan analisa geologi tanah di Kampung Nanggerang Desa Pabuaran, Sukamakmur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Selain diberikan bantuan sewa rumah, Pemkab Bogor dibantu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga melakukan analisa geologi tanah di Kampung Nanggerang Desa Pabuaran, Sukamakmur.
Analisis PVMBG menyebutkan, jika di lokasi kejadian Naggerang geologi tanahnya masuk dalam zona merah maka 60 keluarga yang menjadi korban pergeseran tanah akan direlokasi.
Namun, jika kondisi geologi di lokasi kejadian Nanggerang itu tanahnya masuk dalam zona hijau maka rumah warga yang mengalami pergeseran tanah maupun longsor akan direhabilitasi Pemkab Bogor.
"Untuk awal kami memberikan bantuan sewa rumah, dan apakah nanti rumah yang rusak akan direhabilitasi atau apakah harus direlokasi, maka kami pun menunggu hasil kajian geologi PVMBG," ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan, Senin 2 Februari 2026.
Rudy menerangkan, keputusan relokasi diambil demi keselamatan masyarakat. Hal itu dilakukan agar mereka tidak berulang kali menjadi korban bencana pergeseran tanah atau longsor.
"Selain demi keselamatan masyarakat, dan agar tidak berulang lagi kejadian bencana pergeseran tanah atau tanah longsor, kajian geologi juga dibutuhkan agar pemerintahan daerah tidak salah dalam mengambil kebijakan," terang Rudy.
Ia menambahkan, Pemkab Bogor sedang menginventarisir aset lahan mereka di sekitar lokasi kejadian bencana di Kampung Nanggerang, Desa Pabuaran, Sukamakmur.
"Kami masih menginventarisir aset lahan, untuk persiapan relokasi korban ke lahan dan rumah hunian tetap jika memang nantinya dibutuhkan," tambahnya.
Informasi yang dihimpun INILAHKORAN.ID, ada 60 keluarga di Kampung Nanggerang RT 03/02, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur yang diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman.
Sebanyak 20 unit rumah di Kampung Nanggerang diketahui mengalami rusak berat, 8 unit rumah mengalami rusak sedang, 10 unit rumah mengalami rusak ringan, dan 22 unit rumah lainnya terancam bencana tanah longsor atau pergeseran tanah.
Editor : Doni Ramdhani


