Warga Megamendung Patungan Bangun Jembatan Darurat
Warga berharap Pemkab Bogor segera kembai membangun jembatan bailey. Sambil menunggu, mereka gotong royong membangun jembatan darurat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor- Warga berharap Pemkab Bogor segera kembai membangun jembatan bailey. Sambil menunggu, mereka gotong royong membangun jembatan darurat.
Jembatan itu jadi urat nadi perlintasan warga. Sialnya, pekan lalu, jembatan itu ambruk diterjang bandir bandang. Warga Muara Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung dan Kampung Muara Desa Kopo, Cisarua, tak mau berdiam diri. Mereka paham, tak semudah membalik telapak tangan bagi pemerintah menggantinya. Karena itu, mereka beramai-ramai membangun jembatan darurat.
Abdul Kholiq, Ketua RW 04 Kampung Muara Desa Kopo, Cisarua menuturkan jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga untuk ke Desa Kopo, Cisarua maupun sebaliknya ke Desa Cipayung Girang. Maka dengan peralatan seadanya, warga bergotong royong membangun kembali jembatan tersebut.
“Sambil menunggu bantuan Pemkab Bogor, warga di dua desa dengan dana swadaya masyarakat berinisiatif untuk bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu,” tutur Kholiq kepada wartawan, Jumat (3/5).
Ia dan masyarakat lainnya berharap Pemkab Bogor segera membangun kembali jembatan bailey agar warga tidak perlu berjalan lebih jauh untuk Ke Cisarua atau ke Megamendung
“Jembatan bambu darurat ini hanya aman untuk pejalan kaki hingga pengendara motor, tetap harus memutar dengan waktu tempuh yang lebih lama. Kami harap Pemkab Bogor secepatnya membangun kembali jembatan bailey yang sebelumnya roboh,” harapnya.
Menanggapi hal ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor mengaku akan segera membenahinya, baik itu jembatan bailey yang ambruk maupun ruas jalan di Desa Cipayung Datar yang longsor hingga memutuskan jalan sepanjang 300 meter.
“Kalau ruas jalan di Desa Cipayung Datar yang putus karena statusnya jalan desa, kami akan membangun jalan tersebut dengan dana gawat darurat atau menggunakan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” ucap Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU-PR Kabupaten Bogor Nana Supriyatna.
Dia menambahkan untuk jembatan bailey di Kampung Muara Desa Cipayung Girang, jajarannya akan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum membangun kembali jalan tersebut.
“Sejak beberapa hari lalu jembatan bailey yang jatuh ke Sungai Ciliwung. Namun arus air masih besar hingga menunggu waktu yang tepat untuk membangun kembali jembatan tersebut. Pasalnya, kedua insfrastruktur di atas tidak masuk dalam rencana pembangunan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat II,” tambahnya.
Nanang Muhammad Suarsa (49 tahun) warga RT 01 RW 01 Desa Cipayung Datar melanjutkan jalan yang putus di depan rumahnya Kamis (27/4) lalu sebenarnya sudah pernah disampaikan pengusulan perbaikannya dalam forum musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang).
“Dalam forum Musrenbang di Kecamatan Megamendung, warga sebenarnya sudah menyampaikan kekhawatiran jalan ini akan putus karena derasnya Sungai Ciliwung. Tapi hingga putusnya jalan tersebut, kami belum dengar jalan ini akan dibangun turap atau diperbaiki,” katanya. (reza zurifwan)
Editor : Bsafaat

