Warga Mulai Panik, Puluhan Ribu Orang Tinggalkan Rumah di Sika Hindari Ancaman Tsunami
Kepanikan mulai terlihat di Flores, Nusa Tenggara Timur. Puluhan ribu warga pesisir utara di Kabupaten Sikka dilaporkan meninggalkan rumah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Kupang - Suasana kepanikan mulai terlihat di Flores, Nusa Tenggara Timur. Puluhan ribu warga pesisir utara di Kabupaten Sikka dilaporkan meninggalkan rumah akibat gempa berpotensi tsunami.
Mereka meninggalkan rumah mereka ke titik aman yang telah ditentukan menyusul gempa bumi 7,5 magnitudo dan peringatan dini BMKG terkait potensi tsunami.
Kepala BPBD Kabupaten Sikka, Muhammad Daeng Bakir, Selasa, mengatakan, pergerakan warga ke titik-titik aman itu dilakukan secara gotong royong setelah menerima peringatan dari Tim Reaksi Cepat.
"Semua petugas sedang fokus ke 60 desa yang berada di wilayah pesisir. Warga telah berada di titik aman sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," katanya.
Baca Juga: Update Gempa NTT, Waspada Daftar Daerah yang Berpotensi Tsunami
Daeng Bakir mengharapkan semua warga tetap siaga untuk.menghindari terjadinya tsunami dan yang dapat membawa korban jiwa.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengimbau masyarakat di Pulau Lembata bagian utara yang lokasinya disebut berpotensi dilanda tsunami akibat gempa magnitudo 7,5 di Laut Flores, segera mengungsi.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai dari SAR, BPBD, TNI dan Polri untuk melakukan evakuasi terhadap warga di daerah utara Pulau Lembata," kata Bupati Lembata Thomas Ola Langgoday dari Lembata, Selasa.
Baca Juga: NTT Diguncang Gempa 7,4 M dan Berpotensi Tsunami, Warga Berlarian Selamatkan Diri
Ia mengatakan sejumlah daerah yang disebut berpotensi dilanda tsunami di kabupaten itu terletak di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.
Bupati Thomas mengatakan bahwa saat ini BPBD tengah mengerahkan sejumlah personelnya untuk mendata kerusakan yang terjadi di Kabupaten Lembata akibat gempa tersebut.
"Gempa tadi memang sangat besar. Lamanya sekitar satu menit lebih. Kami berhamburan keluar semua," ujar dia.
Bupati mengatakan akan terus memberikan informasi terbaru soal bencana gempa bumi yang terjadi di Laut Flores.
Baca Juga: Gempa NTT, Ini Daftar Wilayah yang Siaga dan Waspada Evakuasi, dari NTT, NTB, Sulsel, Sultra, Hingga Maluku
BMKG menyatakan gempa bumi bermagnitudo 7,5 terjadi di Laut Flores dan berpotensi memicu tsunami.
"Gempa terjadi pada pukul 10.20 WIB sekitar 112 kilometer barat laut Larantuka dengan kedalaman 12 kilometer," kata Kepala Stasiun Geofisika Kupang Margiono ketika dihubungi di Kupang, Selasa.
Ia mengatakan gempa bumi tersebut berpotensi memicu tsunami yang bisa melanda sejumlah wilayah di NTT maupun Maluku, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Baca Juga: Baru Terjadi, Gempa Susulan di Laut Flores NTT, Magnitudo 5,5, Warga Tetap Diimbau Waspada
Margiono meminta warga di wilayah yang berpotensi terdampak gempa untuk meningkatkan kewaspadaan atau berpindah ke tempat yang lebih aman untuk menghindari ancaman tsunami.***
Editor : inilahkoran


