Warga Soreang Keluhkan Banjir Cileuncang
Warga Kampung Sukamaju, Desa Parungserab, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung setiap musim penghujan tiba selalu mengeluhkan banjir cileuncang di jalan dan pemukiman mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Warga Kampung Sukamaju, Desa Parungserab, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung setiap musim penghujan tiba selalu mengeluhkan banjir cileuncang di jalan dan pemukiman mereka.
Sistem drainase di sepanjang Jalan Raya Soreang-Cipatik itu tak mampu menampung air hujan yang besar sehingga meluap ke jalan dan ruamah rumah warga.
Asep (46) salah seorang warga mengatakan, pembangunan dan perbaikan drainase di sepanjang jalan Soreang-Cipatik yang belum lama ini dilakukan ternyata tidak mampu menampung intensitas air hujan. Air hujan diakuinya masih selalu meluap ke badan jalan.
“Kami sebelumnya merasa senang dengan adanya perbaikan drainase yang diharapkan bisa mengantisipasi banjir ini. Tapi kenyataannya drainase tersebut tidak mampu menampung air. Saya heran kan mereka itu orang pintar, seharusnya saat membangun drainase itu kan diperhitungkan dong daya tampungnya," kata Asep di Soreang, Selasa (17/12/2019).
Euis Hasanah warga lainnya mengeluhkan hal yang sama. Dia mengakui, luapan air selokan memenuhi jalan menurun ke arah Jembatan Leuwikuray. Bahkan, tak jarang luapan air itu menimbulkan kecelakaan.
“Ada pengendara motor terjatuh dari motornya, karena air selokan itu deras sekali,” ujarnya.
Euis meminta kepada pihak terkait, untuk segera membenahi drainase secara maksimal. Malah, menurut dia, tak jarang pula luapan air selokan itu menimbulkan banjir dan airnya masuk ke rumah warga.
Berdasarkan pantauan lapangan, setiap hujan turun memang banjir cileuncang kerap mengepung benerapa ruas jalan di sekitar kompleks Pemkab Bandung. Bahkan, cileuncang juga terlihat di sepanjang Jalan Raya Alfathu depan kompleks Pemkab Bandung. Saluran air di depan masjid tersebut diduga terganggu prose pembangunan sky walk dan menara 99.
Selain itu, banjir cileuncang juga terlihat di beberapa ruas Jalan Raya Bandung-Soreang. Tepatnya, di wilayah Kecamatan Katapang. Sistem drainase yang buruk ditengarai menyebabkan genangan air masuk ke tengah jalan dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter. Kendaraan yang melintas pun harus melambat dan menyebabkan antrean panjang. (Dari R Nugraha)
Editor : Doni Ramdhani

