Warga Tewas Digigit Ular, Ini Kata Bupati Dadang
Bupati Bandung Dadang M Naser pun angkat bicara, menurutnya setiap hari Minggu memang berbagai aktivitas warga dilakukan di kawasan Gedung Budaya Sabilulungan. Termasuk berbagai komunitas yang berkumpul dan beraktivitas di halaman gedung tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Bupati Bandung Dadang M Naser pun angkat bicara, menurutnya setiap hari Minggu memang berbagai aktivitas warga dilakukan di kawasan Gedung Budaya Sabilulungan. Termasuk berbagai komunitas yang berkumpul dan beraktivitas di halaman gedung tersebut.
Kata dia, tempo hari juga ada kejadian warga yang dililit ular sanca. Hal tersebut harus menjadi peringatan bagi warga terutama komunitas pehobi yang memelihara binatang buas seperti ular.
"Perhatian itu bagi mereka komunitas ular untuk berhati hati. Begitu juga komunitas lainnya seperti luwak seperti lunak dielus elus tapi kalau menggigit sobek dan harus dibawa ke rumah sakit," katanya.
Dadang melanjutkan, kedepannya, siapapun yang hendak melakukan pertunjukan atau kegiatan yang bersifat atraktif di tempat umum harus mengantongi izin. Baik dari pengelola gedung maupun izin dari pihak Kepolisian.
"Barangkali kedepan harus ada peraturan ketat jika hendak menggelar pertunjukan yang berbahaya. Karena jangan sampai membahayakan diri sendiri dan orang lain yang ada disekitarnya," ujarnya.
Sebelumnya, HT (24). Warga Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung itu tewas setelah digigit ular kobra peliharaannya sendiri pada Minggu 24 November 2019 lalu.
Sebelum tewas, HT melakukan atraksi dengan ular kobranya di Halaman Gedung Sabilulungan Pemkab Bandung. Saat melakukan atraksi itu, ular kobranya mematuk tangan kanannya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, HT tewas setelah dilarikan ke RSHS Bandung. Setelah sebelumnya, sempat dilarikan ke RSUD Soreang setelah kejadian. (Rd Dani R Nugraha).
Editor : JakaPermana

