INILAH, Jakarta- Debat calon wakil presiden baru akan berlangsung pada 17 Maret 2019 mendatang. Namun, pemanasan telah dilakukan Ma'ruf Amin dengan “menyerang” Sandiaga Uno.
Perang total di kubu pasangan calon 01 rupanya juga mewabah di cawapres Ma'ruf Amin. Respons kritis Ma'ruf atas ide wisata halal yang Sandi gulirkan saat kunjungan di Bali pekan lalu dikomentari Ma'ruf. Ia menuding Sandi hanya tempel salin ide yang telah digulirkan sejak puluhan tahun silam.
“Wisata syariah kan gagasan saya. Sudah lama saya ngomong soal wisata syariah. Lalu Sandi ikut-ikutan akan membuat wisata halal, terima kasih,” ucap Ma'ruf dalam siaran persnya, Kamis (28/2).
Mantan politisi PPP, PKB dan PKNU ini menuturkan keberadaan wisata syariah sebenanrya telah banyak di Indonesia. Menurut dia, saat ini tinggal diperkuat dalam pengemasan produk wisata syariah. Ia pun mengucapakn terima kasih jika Sandi mendukung ide yang telah ia gulirkan 20 tahun silam itu, tepatnya sejak tahun 1999.
Pernyataan mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini merespons rencana program kerja Sandi saat berkunjung di Bali. Saat itu, Sandi menuturkan terdapat potensi yang perlu dikembangkan di Bali, yakni pengembangan wisata halal. Potensi tersebut, kata Sandi ini diambil oleh Bangkok, Thailand.
“Di Bali sendiri pariwisata kita harapkan pariwisata akan lebih baik dan multiplayer-nya banyak sekali kepada UMKM. Salah satunya juga pariwisata halal, banyak potensinya dan sekarang banyak diambil oleh Bangkok, Thailand,” sebut Sandi pekan lalu.
Istilah wisata halal ala Sandi menimbulkan polemik, khususnya dari elit Bali dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Tudingan politisasi agama pun menimpa Sandi. Ide Sandi juga dinilai mengubah esensi wisata Bali yang berpijak pada wisata budaya.
Gubernur Bali I Wayan Koster salah satu pihak yang tidak sepakat dengan ide wisata halal di Bali. Menurut dia, citra Bali telah lekat dengan wisata budayanya. Menurut dia, tak perlu ada wisata halal di Bali. Kendati tidak ada label halal, dalam praktiknya tidak ada masalah di lapangan.
“Bali sudah ada branding-nya sesuai dengan kearifan lokal dan karakter Bali yaitu pariwisata berbasis budaya,” sebut mantan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Wakil Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan TKN Jokowi-Ma'ruf, Isyana Bagus Oka, juga “menyerang” ide Sandi. Katanya, penggunaan istilah wisata halal menunjukkan konsistensi Sandi mengusung politik simbol agama.
“Tampaknya Sandi konsisten dengan politik simbol, mempolitisasi agama dengan menambahkan kata 'halal',” tuding bekas jurnalis televisi nasional itu.
Naifnya, respons miring para pendukung Jokowi itu kini harus berhadapan dengan pernyataan Ma'ruf yang justru mengklaim ide wisata halal telah lama ia gulirkan.
Entah, ide Ma'ruf tersebut bagian dari politisasi agama dan menjual label syariah atau tidak.
Namun, jika jernih menilai ide wisata halal ala Sandi di Bali sebenanrya terkait dengan panduan bagi warga muslim yang melakukan wisata di Bali. Petunjuk tempat ibadah seperti musala dan masjid serta destinasi kuliner yang terjamin tingkat kehalalannya.
Warga muslim yang berkunjung ke Bali dipastikan mengalami kesulitan saat hendak mencari tempat ibadah salat maupun untuk mencari kuliner yang terjamin kehalalannya. Persoalan itulah yang bakal diisi dengan ide wisata halal di Bali dengan memberikan informasi dan petunjuk bagi para wisatawan baik domestik dan luar negeri yang beragama Islam.
Praktik tersebut telah dilakukan oleh Bangkok di Thailand yang telah menerapkan model "wisata syariah", kendati di negeri itu, penduduk muslim tidak mayoritas, ini semata-mata untuk menjaring pasar dan meningkatkan penerimaan negara.
Kembali ke soal Ma'ruf vs Sandi soal rebutan ide "wisata halal", komunikasi menyerang ala Ma'ruf ini tampaknya menjadi pemanasan debat yang bakal digelar khusus bagi cawapres pada 17 Maret 2019. Performa keduanya banyak ditunggu publik mengingat kedua figur ini memiliki perbedaaan yang signifikan khususnya dari sisi usia. Perebutan figur pemilih dari kelompok millennial bakal dipantik dari penampilan dua cawapares ini. (r ferdian andi r/ing)
Sumber: Inilah.com