WOW! Tempuh 72 Km, Ongkos Mobil Listrik Hanya Rp10 Ribu
PLN melakukan uji jalan mobil listrik di Bandung. Selain lebih hemat dan tidak bising, PLN membuktikan akselerasi mesinnya pun andal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - PLN melakukan uji jalan mobil listrik di Bandung. Selain lebih hemat dan tidak bising, PLN membuktikan mobil yang dipakai pun akselerasi mesinnya lebih andal.
Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo pun tak menyangka dengan menggunakan mobil listrik ternyata banyak manfaatnya. Dari sisi penghematan saja, ketika dihitung, maka pengendara mobil listrik hanya perlu merogoh kocek Rp10 ribu untuk menempuh jarak 72 km.
“Hitungannya kan 1 kWh itu bisa dapat 10 km. Tadi kita sudah jajal 72 km. Artinya, pelanggan hanya perlu Rp10 ribu untuk menempuh 72 km,” kata Darmawan Prasodjo, akhir pekan lalu.
Berdasarkan kalkulasi tersebut, kata dia, jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM) maka dengan jarak tempuh 72 km itu masyarakat harus merogoh kocek sekitar Rp60 ribu dengan asumsi harga BBM Rp9 ribu per liter.
Baca Juga: Inilah Daftar Mobil Listrik yang Mejeng di Gelaran GIIAS 2021, Yuk Kenalan...
Darmawan Prasodjo menilai, penggunaan mobil listrik banyak membawa manfaat jika dilakukan secara masif. Pemanfaat kendaraan listrik itu sejalan dengan cita-cita negara untuk mengurangi emisi karbon bisa terasa lebih cepat. Dia menjabarkan, bensin memiliki berat jenis sekitar 0,8, jadi 1 liter bensin beratnya 800 gr. Kandungan karbonnya 90 sekian persen, tapi bukan berarti total karbon yang dihasilkan 700 sekian gram. Sedangkan, dengan mobil listrik per kwh listrik PLN hanya menghasilkan emisi karbon sebanyak 0,85 kg saja.
Selain itu, penggunaan mobil listrik juga bahkan bisa mengurangi beban impor minyak mentah. Saat ini, kata dia kebutuhan BBM per hari mencapai 1,3 hingga 1,5 juta barel per hari. Padahal, produksi minyak nasional hanya 700 ribu barel per hari.
Dengan menggunakan mobil listrik, Darmawan menyebutkan pemerintah bisa mengurangi beban current account deficit atau defisit transaksi berjalan yang terus tergerus dengan impor minyak mentah.
Baca Juga: Ngeri, Hampir Separuh Konsumen di Indonesia Tertarik Beli Mobil Listrik
Langkah PLN menjajal mobil listrik ini untuk memastikan kepada pelanggan untuk tak ragu menggunakan kendaraan listrik. Selain terbukti lebih hemat dan ramah lingkungan, PLN dalam mempercepat penetrasi pasar kendaraan listrik juga menyediakan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.
Saat ini, sudah ada 47 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang beroperasi di seluruh Indonesia. Hingga akhir tahun nanti, akan ada 67 unit SPKLU yang beroperasi lagi. PLN juga menghadirkan produk home charging services yang disiapkan untuk memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan fasilitas dan layanan pendukung dalam penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).
Produk home charging services merupakan produk layanan satu pintu bagi pelanggan yang melakukan transaksi pembelian KBLBB di penyedia KBLBB yang bekerja sama dengan PLN.***(*)
Editor : inilahkoran

