Yantie Berharap Respon Anak Soal Menu MBG Perlu Diperhatikan
Yantie A. Rachim menegaskan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa menyesuaikan menu dengan preferensi anak-anak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie A. Rachim menegaskan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung lima kali dalam seminggu, satu hari dapat dialokasikan untuk menyesuaikan menu dengan preferensi anak-anak.
"Respon anak terhadap preferensi menu harus dipertimbangkan dan yang terpenting adalah memastikan anak-anak makan dengan baik dan gizinya terpenuhi. Karena itu, pemantauan terhadap makanan dan respon anak-anak harus terus dilakukan," tutur Yantie pada Minggu 08 Februari 2026.
Yantie melanjutkan, pentingnya penerapan kebersihan sebelum makan guna menjaga kesehatan anak-anak.
"Yang paling penting itu memastikan anak-anak mencuci tangan dengan bersih sebelum mulai makan apabila mereka tidak membawa alat makan," terangnya.
Yantie menjelaskan, peran aktif aparatur wilayah dalam memantau secara rutin pelaksanaan MBG di setiap sekolah itu sangat diperlukan untuk memastikan tidak ada kendala yang dialami.
"Saya minta kepada para Lurah agar bisa mengunjungi sekolah-sekolah minimal seminggu sekali untuk melihat menunya dan menyampaikan apabila ada kendala, baik menu yang kurang disukai anak-anak maupun masukan dari mereka," jelasnya.
Yantie memaparkan, terbaru dirinya melakukan kunjungan pelaksanaan MBG di SDN Pondok Rumput untuk meninjau langsung proses pendistribusian MBG kepada para siswa. Menu MBG yang disajikan pada hari kunjungan dirinya kemarin terdiri dari nasi, ayam goreng, tahu goreng, sayur timun dan jeruk.
"Saya berdiskusi dengan para siswa. Saat saya tanya langsung kepada siswa terkait preferensi sayur, dan sebagian besar siswa menyampaikan lebih menyukai sayur matang seperti sop. Hal seperti ini memang perlu ditanyakan kepada anak-anak. Sayur sangat bermanfaat bagi tubuh, jadi anak-anak boleh menyampaikan makanan yang mereka sukai agar bisa makan dengan lahap dan tidak ada makanan yang terbuang," paparnya.
Yantie juga mengingatkan para siswa untuk segera melapor kepada guru apabila terdapat kendala pada makanan, seperti rasa atau aroma yang kurang baik, agar dapat segera ditindaklanjuti. Untuk itu dirinya juga berkunjung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kebon Pedes untuk melihat langsung proses pengolahan MBG di dapur.
"Proses memasak telah dilakukan secara higienis dan sistematis. Meski bagitu saya berharap agar dalam pelaksanaan MBG yang berlangsung lima kali dalam seminggu, satu hari dapat dialokasikan untuk menyesuaikan menu dengan preferensi anak-anak," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana


