Yuk Gabung Komed, Komunitas Pembelajaran Berkualitas
KOMUNITAS media pembelajaran (Komed) Bandung melaksanakan kegiatan offline. Misalnya, pemanfaatan sampah menjadi media pembelajaran, media pembelajaran literasi, media pembelajaran boardgame
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
KOMUNITAS media pembelajaran (Komed) Bandung melaksanakan kegiatan offline. Misalnya, pemanfaatan sampah menjadi media pembelajaran, media pembelajaran literasi, media pembelajaran boardgame dan lainnya.
Komed merupakan akronim dari Komunitas Guru Media Pembelajaran. Taman produktif bagi guru-guru yang tidak kenal lelah berkarya menghasilkan media pembelajaran berkualitas. Komed terus-menerus meningkatkan kualitas mutu pendidikan melalui beragam aktivitas serta pengayaan.
Komed melakukan beragam aktivitas guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Aktivitas secara rutin misalnya pelatihan, workshop, dan pembelajaran online.
Koordinator Komed Bandung, Evi Supyana mengatakan, sepanjang 2014-2016 Komed berkembang di Jabodetabek dan Banten, pada 2017 Komed pun berdiri di Bandung.
Perkembangan Komed ini cukup signifikan setiap tahunnya, banyak guru yang tergabung dari beragam wilayah meminta agar dapat melakukan aktivitas pelatihan (tatap muka) di berbagai wilayah lainnya.
"Komed Bandung tepatnya berdiri 20 Februari 2017, sebanyak 18 orang guru dari beberapa sekolah, yaitu MI Muhammadiyah 2, TK Bina Al Amin, GSSI, dan Tim Komed berkumpul serta berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan Komed di Kota Bandung," ujar Evi kepada INILAH, Jumat (12/4/2019).
Untuk kegiatan offline, kata dia, Komed Bandung melaksanakan pelatihan dan workshop Fun Literacy Activity, media pembelajaran Doodle Art dan Mind Mapping, Komed Main Sains, dan riset media pembelajaran.
Sementara untuk kelas online, Komed Bandung yang beranggotakan 240 orang dan 10 orang pengurus, dilaksanakan empat kali dalam seminggu. Senin diisi dengan Kelas Literasi Online, Rabu jadwal untuk belajar Bahasa Inggris di kelas Kece (Komed English CoursE) online, Jumat dengan kelas Studi Kasus, dan Jumat ada kelas Media Pembelajaran.
"Semua kelas online dilaksanakan pada pukul 19.00 sampai 21.00. Kelas online ini dibuat untuk memfasilitasi guru-guru dalam menambah ilmu dan pengetahuan, berdiskusi tentang isu-isu pendidikan yang sedang berkembang dan aktualisasi diri melalui sharing materi online," katanya.
Evi menambahkan, kelas literasi online adalah kelas yang disajikan untuk membahas seputar literasi, seperti sharing kegiatan literasi sekolah, book share, menulis, dan hal lain yang berkaitan dengan literasi.
"Materi yang disampaikan seputar kompetensi dalam Bahasa Inggris, seperti reading, speaking, writing, dan conversation," ujarnya.
Sementara kelas sharing KBM yang akan menyajikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran. Misalnya, pendidikan Abad 21, penerapan HOTS (High Order Thinking Skill) dalam pembelajaran, penanganan anak hiperaktif, dan lainnya.
Di akhir pekan, kelas media pembelajaran menjadi penutup kelas online Komed Bandung, diisi oleh sharing karya-karya media pembelajaran dari guru-guru anggota WA grup Komed.
Media yang dibahas mulai dari media sederhana sampai media digital berupa aplikasi-aplikasi edugame yang bisa dijadikan media pembelajaran.
"Karya-karya media ini akan dikumpulkan dan dibuat poster untuk dokumentasi Komed Bandung," tambahnya.
Editor : inilahkoran

