10 Negara Ikuti Program Summer School IVC SBM ITB

Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB kembali menggelar Program Summer School IVC 2023. Kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari 10 negara dan sejumlah kampus Indonesia ini digelar 7 hingga 20 Agustus 2023.

10 Negara Ikuti Program Summer School IVC SBM ITB
Sejumlah mahasiswa dari 10 negara mengikuti Program Summer School International Virtual Courses (IVC), Sekolah Manajemen Bisnis (SBM) ITB yang digelar 7 hingga 20 Agustus 2023 mendatang. (Foto Istimewa)

INILAHKORAN,Bandung,- Sejumlah mahasiswa dari 10 negara mengikuti Program Summer School International Virtual Courses (IVC), Sekolah Manajemen Bisnis (SBM) ITB yang digelar 7 hingga 20 Agustus 2023 mendatang.

Negara-negara yang terlibat mengirimkan mahasiswa dalam program tersebut antara lain Rwanda, Yaman, Afghanistan, Burundi, Kirgizstan, Mesir, Tanzania, Meksiko dan Kamboja. Sedangkan peserta dari kampus Indonesia diantaranya berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Islam Indonesia, Universitas Katolik Parahyangan, serta Universitas Brawijaya.

Program Summer Courses merupakan terobosan yang dirancang untuk melayani mahasiswa dan profesional belajar di Kampus ITB. Selama pelaksanaan kegiatan akademik, peserta akan belajar dan bekerja sama selama kurun waktu tertentu. Peserta juga akan mendapatkan materi dalam bahasa Inggris mulai dari Materi perkuliahan, tutorial hingga ekskursi.

Dalam pelaksanaan akademik, Program Summer Courses SBM ITB yang juga didukung World Class University ITB, menghadirkan staf pengajar ITB dan narasumber asing, baik profesor maupun peneliti dari universitas mitra, termasuk juga para ahli dan profesional yang bekerja di industri terkemuka dan pusat penelitian. 

Head of International Relations Office SBM ITB, Ira Fachira, Ph.D mengungkapkan, Indonesia merupakan salah satu negara terpadat di dunia dan telah lama menjadi kekuatan ekonomi di Asia Tenggara. 

Bahkan, setelah Pandemi, OECD memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia akan menguat menjadi 4,7% pada tahun 2023. Potensi ini didorong oleh kolaborasi antar budaya yang berbeda lintas negara. 

Menurut Ira, melihat kondisi tersebut pemahaman budaya dalam kajian manajemen menjadi semakin penting ketika aktivitas dunia menjadi tanpa batas. Kondisi itulah yang mendorong kajian manajemen untuk mengembangkan kapabilitas baru yang mengakomodasi aktivitas melibatkan individu dengan latar belakang budaya berbeda. Hal itu pula yang mendasari lahirnya Program Summer Courses SBM ITB

Dikatakan Ira, Summer Courses merupakan program tahunan yang dijalankan serempak di seluruh ITB, hampir semua program studi ITB menawarkan program serupa yang mengedepankan lintas ilmu lintas negara.

"Karena pandemi COVID-19, Program Summer Courses yang ditawarkan ITB digantikan dengan International Virtual Courses (IVC). Sesuai dengan namanya, kegiatan akademik ini akan disampaikan secara daring. Namun dengan berangsurnya dilonggarkan protokol kesehatan di Indonesia, maka SBM ITB melaksanakan program ini secara hybrid atau daring dan luring," ungkap Ira Fahira, Selasa, 8 Agustus 2023.

Program itu lanjut Ira, memperkenalkan situasi bisnis aktual di Asia, dengan fokus khusus di Indonesia. Program ini menawarkan kesempatan bagi pelajar yang ingin melakukan studi jangka pendek sambil belajar tentang lanskap bisnis dan manajemen Indonesia pada khususnya, serta Asia pada umumnya. 

Melalui perkuliahan yang menarik, diskusi kelompok, dan pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa akan mendalami berbagai masalah bisnis untuk mencapai keberlanjutan di Indonesia. 

Ira memaparkan, peserta akan mengembangkan wawasan tentang tantangan yang dihadapi oleh bisnis dalam mencapai praktik berkelanjutan sambil mempertahankan target-target capaian. IVC disampaikan melalui metode pembelajaran berbasis proyek untuk membekali siswa dengan keterampilan yang lebih baik dalam berkolaborasi dalam kelompok. 

Sehingga dapat memperkaya ilmu dan wawasan peserta. Wawasan itulah menurut Ira yang  menjadi salah satu kunci kesuksesan untuk membawa peserta menjalin kerjasama lintas negara di masa depan.

Ketua Panitia IVC SBM ITB, R.Bayuningrat H.,MBA menambahkan, Program IVC SBM ITB 2023 tahun 2023 mengusung tema "Understanding Contemporary Business in Asia: Issues and Challenges in Sustainability."

IVC itu lanjutnya diadakan pada tanggal 7 hingga 20 Agustus 2023 dengan tujuan untuk memahami Kewirausahaan Sosial, Komunikasi Lintas Budaya, serta tantangan bisnis, ekonomi dan manajemen di Asia. 

Menurut Bayuningrat, peserta dari IVC merupakan mahasiswa yang berasal dari universitas dalam maupun luar negeri. Universitas luar negeri yang mengikuti IVC diantaranya CamEd Business School (Kamboja), National Kaohsiung University of Science and Technology (Taiwan), Instituto Tecnológico de Estudios Superiores de Monterrey (Meksiko), Putra Business School (Malaysia). 

Pada hari pertama pelaksanaan, para mahasiswa itupun langsung mendapatkan beberapa topik bahasan yang tentu saja mendukung pemahaman tema kondisi bisnis di Asia termasuk tantangan keberlanjutannya.

Materi-materi tersebut antara lain, employability skills atau keterampilan yang mendukung untuk bekerja Pasca Covid-19, yang disampaikan Executive Vice President, Global Chief Membership Officer & Managing Director Asia Pacific AACSB International, dr. Geoff Perry.

Kemudian pembahasan tentang Diplomasi Perusahaan dan Komunikasi Krisis dalam Digital Dr. N. Nurlaela Arief, Serta topik lainnya di hari berikutnya terkait Ekonomi Keberlanjutan, Ketahanan dan Keberlanjutan Masyarakat oleh Melia Famiola Ph.D, Dr. Bambang Rudito, Yudo Anggoro, Ph.D serta dosen-dosen SBM ITB lainnya. 

Dalam kegiatan IVC SBM ITB, peserta jugs akan mengadakan kunjungan ke perusahaan lokal di Bandung, serta mengikuti kegiatan Bersama masyarakat yakni Yayasan Bening Saguling di Bandung Barat yang memiliki berbagai usaha keberlanjutan seperti bisnis kerajinan dari Eceng Gondok serta program pemberdayaan warga. 

Selain itu, para peserta juga akan diikutkan dalam kegiatan bersama dengan warga seperti program membersihkan sungai, pemilahan sampah, serta penanaman pohon. Upaya ini dilakukan agar peserta mendapatkan pengalaman serta wawasan lingkungan.

Para Peserta juga diajak turut serta dalam kegiatan lintas budaya dengan tinggal Bersama warga desa Sakola Motekar di Ciamis. Peserta akan diajak aktif mengikuti kegiatan perayaan peringatan kemerdekaan bersama masyarakat desa serta diajak untuk turut serta memahami pola-pola pemberdayaan untuk keberlanjutan yang telah diinisiasi di daerah tersebut. 

Harapannya dengan mengikuti IVC SBM ITB 2023, baik mahasiswa asing maupun mahasiswa Indonesia berkolaborasi untuk sosial inovasi dan pemberdayaan masyarakat.***


Editor : Ghiok Riswoto