136 Wakil Ketua KKMP Se-Kota Bogor Diberikan Pelatihan Perkoperasian
Dinas Koperasi Usaha Micro, Kecil dan Menengah, Pedagang dan Perindustrian (DinKUMKMdagin) Kota Bogor menggelar pelatihan perkoperasian untuk Wakil Koperasi Kelurahan Merah Putih se-Kota Bogor, di Hotel Rizen Pajajaran Hotel, Jalan Bina Marga II, Kecamatan Bogor Timur Senin 17 November 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Dinas Koperasi Usaha Micro, Kecil dan Menengah, Pedagang dan Perindustrian (DinKUMKMdagin) Kota Bogor menggelar pelatihan perkoperasian untuk Wakil Koperasi Kelurahan Merah Putih se-Kota Bogor, di Hotel Rizen Pajajaran Hotel, Jalan Bina Marga II, Kecamatan Bogor Timur Senin 17 November 2025.
Ikhtiar ini untuk mendukung arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadikan ekonomi kerakyatan sebuah pondasi yang sangat penting dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi di tingkat grassroot, yang nanti berkembang menjadi pertumbuhan ekonomi ketingkat yang lebih tinggi.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memaparkan, pelatihan koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) ini yang keempat, karena yang diundang adalh dua orang wakil ketua kelurahan, jadi jumlahnya 136 orang.
"Ini akan terus bertahap, kami mengundang narasumber dari Kementerian Koperasi, Bidang SDM dan peningkatan talenta ya. Penting kiranya kegiatan ini, pemahaman untuk para anggota koperasi karena tidak dipungkiri, banyak anggota yang baru masuk terlibat dalam koperasi," ungkap Jenal kepada wartawan.
Jenal memaparkan, yang kedua, dirinya memberikan motivasi bahwa Presiden RI Prabowo mendirikan program itu bukan tanpa alasan. Ekonomi kerakyatan menjadi sebuah pondasi yang sangat penting dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi di tingkat grassroot, yang nanti berkembang menjadi pertumbuhan ekonomi se-Kota Bogor.
"Nah, pelatihan ini adalah modal awal bagi para pengurus untuk memahami hak dan kewajiban, kemudian potensi-potensi lokal di kelurahan yang bisa digali dengan musyawarah pembangunan kelurahan itu harus muncul. Dan yang terakhir adalah konektivitas dengan dapur makan bergizi gratis, ini pun mutlak harus terjadi," paparnya.
"Sebelum itu, persiapkan dulu SDM-nya, persiapkan dulu kemampuannya sebagaimana mampu mensuplai barang-barang ke depannya," tambah Jenal.
Jenal menjelaskan, dan terakhir, kerja sama dengan para pengusaha besar, baik sembako, kebutuhan-kebutuhan lain, agar bendera koperasi ini masuk dan bisa berkontribusi. Koneksi dengan MBG di masing-masing kelurahan yang ada.
"Itu harapan ke depannya, insyaallah akan konsisten mengawal program Bapak Presiden, harus terwujud di Kota Bogor dan menjadi modal yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Kepala DinKUMKMdagin Kota Bogor, Rahmat Hidayat memaparkan, hari ini pelatihan pengurus KKMP se-Kota Bogor batch 4 atau gelombang 4. Setelah gelombang pertama itu para ketua dan sekretaris, gelombang kedua bendahara, gelombang ketiga para pengawas dan ini gelombang keempat untuk para wakil ketua KKMP se-Kota Bogor.
"Harapannya adalah, karena wakil ketua ini nanti motornya, karena koperasi ini kami harapkan sudah mulai merekrut anggota. Ini ada di tanggung jawab wakil ketua bidang anggota, dan sudah mulai menciptakan, merencanakan rencana bisnis untuk jenis-jenis usaha yang akan dikelola oleh masing-masing koperasi. Jadi ini strategis sekali," terangnya.
Rahmat menjelaskan, seperti yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Bogor, pembentukan KKMP ini sebuah gerakan revolusioner. Biasanya kalau konvensional itu bottom up, ini kita top down. Nah, karena top down, makanya harus diberikan pengetahuan tentang bagaimana cara merekrut anggota dan bagaimana cara membuat usaha.
"Konektivitas dengan program MBG, salah satu yang menurut kami adalah sebuah potensi usaha. Makanya tadi diberi motivasi oleh Pak Wakil ya, bahwa para wakil ketua KKMP bidang usaha tentunya tugasnya untuk bisa merangkul ataupun berkoordinasi dengan dapur MBG di wilayahnya masing-masing. Apalagi sekarang sudah ada kurang lebih 48 dapur yang berjalan," jelasnya.
"Nah, ini kalau sudah bisa memasok kebutuhan dapur MBG, tentunya kan sinergi yang luar biasa ya. Koperasi sudah bisa dapat uang, MBG juga juga memberikan manfaat ke masyarakat. Jadi ini menurut saya dua program yang luar biasa, menyentuh ke grassroot ya, kebutuhan masyarakat. Dan bayangkan, kalau semua warga di satu kelurahan itu menjadi anggota KKMP di masing-masing kelurahannya," tambah Rahmat.***
Editor : JakaPermana

