Toko Digital Bedas Diluncurkan, Pemkab Bandung Bidik Pertumbuhan Ekonomi 9 Persen

Pemkab Bandung meluncurkan Toko Digital Bedas untuk memperkuat UMKM, koperasi dan petani. LPE ditargetkan naik hingga 9 persen pada 2029.

Toko Digital Bedas Diluncurkan, Pemkab Bandung Bidik Pertumbuhan Ekonomi 9 Persen
Pemkab Bandung meluncurkan Toko Digital Bedas untuk memperkuat UMKM, koperasi dan petani. LPE ditargetkan naik hingga 9 persen pada 2029.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kabupaten Bandung meluncurkan aplikasi Toko Digital Bedas sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi kerakyatan melalui transformasi digital.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, inovasi berbasis teknologi menjadi bagian penting dalam menghadapi era transformasi digital sekaligus menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional serta memiliki pemahaman terhadap digitalisasi menjadi salah satu kunci utama.

“Setiap momen apa pun saya selalu menyampaikan, menghadapi Indonesia Emas 2045 itu ada lima pilar. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham tentang digitalisasi,” kata Dadang di Soreang, Rabu (12/8/2026).

Toko Digital Bedas Perpendek Rantai Distribusi

Dadang meminta aplikasi Toko Digital Bedas dapat segera diakses secara luas dan mudah oleh masyarakat, termasuk melalui platform digital seperti Play Store.

Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sekaligus memperluas pemasaran berbagai produk lokal yang dihasilkan koperasi, UMKM, dan petani.

transformasi digital ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal sehingga produk yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Bandung tidak hanya bergantung pada pasar konvensional.

KDKMP Didorong Jadi Off-taker Produk Petani

Selain pengembangan platform digital, Dadang menekankan pentingnya memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/KKMP) sebagai off-taker atau penampung hasil pertanian dan produk UMKM di tingkat desa.

Ia mengatakan koperasi harus mampu menjadi penghubung antara petani dengan pasar.

“Petani yang selama ini mendapatkan bantuan dan subsidi dari pemerintah, wajib menjual hasil pertaniannya kepada KDKMP atau KKMP di desa masing-masing. Untuk itu KDKMP harus siap menjadi off-taker,” ujarnya.

Untuk mendukung fungsi tersebut, Dadang mendorong penguatan kapasitas permodalan koperasi melalui sinergi dengan berbagai lembaga keuangan.

Kerja sama dapat dilakukan dengan Bank BJB, bank Himbara, BPR, maupun melalui skema pembiayaan dari LPDB Kementerian Koperasi.

ASN dan Pengurus Koperasi Diminta Jaga Integritas

Di sisi lain, Dadang mengingatkan seluruh ASN dan pengurus koperasi agar menjaga integritas, transparansi, serta profesionalisme dalam pengelolaan keuangan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, aparatur pemerintah memiliki posisi sebagai pelayan masyarakat sehingga kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan.

“ASN itu bukan raja, termasuk saya bupati bukan raja. Tapi ASN dan kita semua adalah sebagai pelayan masyarakat. Kita tingkatkan terus pelayanan dan profesionalisme,” katanya.

pertumbuhan ekonomi Bandung Ditargetkan 9 Persen

Dengan semakin kuatnya ekosistem digital melalui Toko Digital Bedas serta optimalisasi peran KDKMP/KKMP, Dadang optimistis pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung dapat terus meningkat.

Saat ini, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kabupaten Bandung tercatat 6,32 persen.

Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan angka tersebut dapat meningkat hingga berada pada kisaran 8–9 persen pada 2029.

Pengembangan ekonomi digital, penguatan koperasi, perluasan pasar UMKM, serta peningkatan produktivitas petani menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mencapai target tersebut.***


Editor : JakaPermana