151 Siswa dan Guru SMKN 1 Gunungguruh Diduga Keracunan MBG, Disdik Jabar Turun Tangan

Sebanyak 151 siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG. Disdik Jabar masih mendalami kasus.

151 Siswa dan Guru SMKN 1 Gunungguruh Diduga Keracunan MBG, Disdik Jabar Turun Tangan
Kepala Disdik Jabar Purwanto

INILAHKORAN.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mendalami dugaan keracunan makanan yang dialami 151 siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu dimsum ayam jamur.

Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, pihak sekolah baru mengetahui adanya banyak peserta didik yang mengalami keluhan kesehatan pada Senin (5/10/2026).

Padahal, makanan MBG tersebut dikonsumsi pada Jumat (2/10/2026). Jeda akhir pekan membuat keluhan kesehatan yang dialami siswa dan guru tidak langsung diketahui pihak sekolah sebagai kejadian yang terjadi secara bersamaan.

"Berdasarkan laporan yang ke saya. Jadi kan kejadiannya hari Jumat makannya (MBG). Nah, pihak sekolah itu karena kan langsung libur Sabtu-Minggu, kan. Tahunya itu Senin," ujar Purwanto, Kamis (8/10/2026).

Banyak Siswa Tidak Masuk Sekolah

Purwanto menjelaskan, indikasi kejadian mulai diketahui setelah banyak siswa tidak masuk sekolah pada Senin.

Keluhan kesehatan sebelumnya dialami masing-masing siswa di rumah. Sebagian di antaranya bahkan sempat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Jadi pihak sekolah itu tahunya itu dari hari Senin banyak yang enggak masuk. Ketika banyak yang enggak masuk, baru terkonfirmasi," ucapnya.

Setelah dilakukan pendataan dan verifikasi, jumlah peserta yang mengalami keluhan kemudian tercatat sebanyak 151 orang.

"Berdasarkan laporan gitu kayak gitu, jadi yang kronologinya. Jadi yang 151 itu, baru terkonfirmasi diakur-akurin hari Senin. Pas hari Sabtu mungkin ada yang mules sendiri di rumah, ada yang ke puskesmas gitu," katanya.

Sekolah Langsung Koordinasi dengan Puskesmas dan Polisi

Setelah mengetahui adanya sejumlah siswa dan guru yang mengalami gejala serupa, pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Cibolang dan kepolisian setempat.

"Nah, tapi setelah ketahuan itu, kata pihak sekolah, kata KCD juga tadi laporan ke saya, itu langsung laporan ke polsek, juga ke puskesmas pada hari Senin itu katanya," tutur Purwanto.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak langsung teridentifikasi sebagai kejadian massal karena keluhan muncul secara bertahap ketika siswa berada di rumah selama masa libur akhir pekan.

"Langsung saat itu, mereka laporan ke polsek, karena kan hari Sabtu-Minggu itu libur, mungkin kan. Jadi dikira pada gejalanya bukan gejala massal kan, masing-masing ada yang diare, ada yang kayak gitu katanya," katanya.

125 Siswa dan 26 Guru Terdampak

Berdasarkan data hasil koordinasi Puskesmas Cibolang dengan pihak sekolah, total terdapat 151 orang yang mengalami keluhan kesehatan.

Jumlah tersebut terdiri atas 125 siswa dan 26 guru.

Mayoritas korban menjalani perawatan secara mandiri di rumah. Sementara itu, seorang guru sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya kembali mengajar.

Dugaan keracunan MBG tersebut sebelumnya diketahui oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan Puskesmas Cibolang pada Rabu (7/10/2026).

Disdik Jabar Masih Dalami Kronologi

Disdik Jabar memastikan akan menelusuri kejadian tersebut secara menyeluruh, termasuk kronologi munculnya keluhan kesehatan serta prosedur penanganan setelah kasus diketahui.

Purwanto mengatakan, pihaknya masih melakukan konfirmasi untuk memastikan seluruh informasi terkait kejadian tersebut.

"Ya ini kita masih konfirmasi. Kan kalau yang kayak gitu-kayak gitu kan kalau ketahuan harus langsung. Kami masih cek nanti seperti apa gitu," ujar Purwanto.

Pendalaman dilakukan sebagai bagian dari evaluasi agar penanganan terhadap kejadian serupa dapat dilakukan sesuai prosedur.

Sementara itu, dugaan keracunan tersebut masih dalam proses penelusuran dan belum dapat disimpulkan sebagai akibat langsung dari makanan MBG sebelum pemeriksaan dan investigasi selesai.***


Editor : JakaPermana