2.600 Kuota Beasiswa Siap Bantu Lulusan Sekolah Rakyat ke PT, Ada Tambahan dari PT Pos
Pemerintah telah menyiapkan 2.600 kuota beasiswa khusus bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah – Pemerintah telah menyiapkan 2.600 kuota beasiswa khusus bagi lulusan Sekolah rakyat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN).
Beasiswa ini diberikan sesuai dengan kapasitas kemampuan dan bakat masing-masing siswa, setelah Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul ini mengumumkan hal itu usai berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 14 di Lembang, Kabupaten Bandung Barat belum lama ini. Dia menjelaskan, alokasi beasiswa dibagi ke dalam beberapa jalur.
"Ada 1.000 kuota melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), 500 melalui afirmasi pendidikan, 500 melalui Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), dan 600 di Politeknik Kesehatan (Poltekes)," ungkap Gus Ipul.
Selain itu, lanjut Gus Ipul, PT Pos juga menambahkan 80-100 slot khusus untuk kuliah di universitas logistik dan distribusi internasional.
Semua ini merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
"Kita ingin lulusan Sekolah Rakyat punya akses yang layak ke jenjang tinggi, sesuai dengan potensi mereka," tegasnya.
Selain jalur pendidikan tinggi, lanjut Gus Ipul, pemerintah juga akan memberikan pengawalan dan pendampingan bagi siswa yang ingin bekerja atau berwirausaha setelah lulus.
Pasalnya, saat ini terdapat 16 ribu siswa Sekolah Rakyat yang belajar di 166 titik di seluruh Indonesia.
"Kita siapkan dua jalur: yang mau melanjutkan ke PT dan yang mau bekerja/wirausaha akan kita kawal semua," katanya.
Gus Ipul menuturkan, Sekolah Rakyat yang mengusung konsep boarding school memberikan fasilitas lengkap bagi siswa, mulai dari makan 3 kali sehari, snack 2 kali, hingga sarana pembelajaran lengkap.
Dia menyebut, beberapa sekolah sudah beroperasi selama 2 hingga 4 bulan, dan proses belajar berjalan dengan baik.
"Alhamdulillah secara umum bisa belajar dengan baik. Yang baru beroperasi 2 bulan bisa belajar dari yang sudah 4 bulan untuk mengatasi kekurangan," paparnya.
Pemerintah juga berjanji akan memperbaiki prasarana dan sarana penunjang yang masih kurang, serta memastikan operasional sekolah berjalan profesional sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan.
Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek Togar M Simatupang memastikan pihaknya siap memfasilitasi lulusan Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan pendidikan.
Pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah universitas untuk menyediakan jalur afirmasi dan minat bakat.
"Kami menyambut baik gagasan hilirisasi dari Bapak Menteri. Ini mewujudkan impian Presiden agar anak-anak kita bisa mencapai jenjang perguruan tinggi. Kita akan memperluas kerjasama ke semua PT dan lembaga terkait," ujarnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
