Pemkab Bekasi Tambah Kuota Beasiswa Banpin Jadi 200 Penerima, Ini Besaran Bantuannya
Pemkab Bekasi menambah kuota Beasiswa Pasti Pintar atau Banpin menjadi 200 penerima. Bantuan pendidikan maksimal Rp5 juta per semester.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menambah kuota penerima Program beasiswa Pasti Pintar (Banpin) dari 100 menjadi 200 orang mulai tahun depan.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemkab Bekasi dalam memperluas akses bantuan pendidikan tinggi bagi pelajar maupun mahasiswa asal Kabupaten Bekasi.
"Tahun depan kita tambah menjadi 200 penerima karena memang masih banyak warga kita yang membutuhkan akses bantuan pendidikan melalui program ini," kata Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang seperti dikutip dari Antara, Minggu (30/8/2026).
Asep mengatakan, Program Banpin tidak hanya dirancang untuk membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kompeten dan berprestasi untuk mendukung pembangunan daerah.
Penambahan kuota tersebut tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Skema bantuan pada tahun depan akan tetap mengacu pada program tahun ini, yakni bantuan biaya pendidikan diberikan sejak awal menempuh studi hingga semester delapan bagi mahasiswa baru.
Sementara itu, mahasiswa yang saat mendaftar berada pada semester tiga hingga tujuh akan menerima bantuan hingga semester delapan.
Besaran bantuan disesuaikan dengan nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT), dengan plafon maksimal Rp5 juta per semester.
"Apabila nilai UKT berada di bawah batas tersebut, bantuan diberikan sesuai nominal UKT. Sedangkan jika melebihi Rp5 juta, selisih biaya menjadi tanggungan mahasiswa," katanya.
Program beasiswa Pasti Pintar terbuka bagi calon mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif yang saat mendaftar maksimal berada di semester tujuh. Mahasiswa yang telah memasuki semester delapan atau lebih tidak dapat mengikuti seleksi.
Menurut Asep, Program Banpin merupakan bentuk komitmen Pemkab Bekasi dalam mendukung generasi muda agar terus berkembang dan berprestasi serta memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tinggi yang lebih baik.
Pendidikan, kata dia, merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang berdaya saing. Karena itu, kualitas generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemajuan daerah.
Asep mengungkapkan, keputusan menambah kuota penerima Banpin juga didasari tingginya minat masyarakat. Pada tahun ini tercatat sebanyak 3.438 orang mengajukan diri untuk mengikuti program bantuan pendidikan tersebut.
"Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap dukungan pendidikan masih cukup besar. Karena itu kami memperluas manfaat program ini agar lebih banyak mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya," ucapnya.
Selain bantuan biaya pendidikan, Pemkab Bekasi juga menyediakan fasilitas rumah singgah bagi mahasiswa asal Kabupaten Bekasi yang menempuh pendidikan di luar daerah, baik penerima Banpin maupun mahasiswa yang menjalani studi umum.
"Seperti rumah singgah yang berada di Bandung maupun Yogya. Kemarin saya sempat berkunjung ke rumah singgah yang di Bandung. Rumahnya cukup besar, cukup representatif," katanya.
Asep berharap berbagai bentuk dukungan tersebut dapat membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan dengan baik, meningkatkan fokus selama menjalani studi, serta kembali ke Kabupaten Bekasi dengan membawa pengetahuan dan kompetensi yang bermanfaat bagi daerah.
"Kita ingin pelajar Kabupaten Bekasi mendapatkan pendidikan tinggi yang baik, berprestasi dan nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat setelah menuntaskan studi mereka," kata dia.
Editor : Ahmad Sayuti

