Pemkab Bekasi Awasi dan Antisipasi Penurunan Suplai Bahan Kebutuhan Pokok

Pemkab Bekasi kini mengantisipasi penurunan pasokan bahan pokok dari sejumlah daerah penghasil guna mencegah terjadi kenaikan harga akibat stok menipis.

Pemkab Bekasi Awasi dan Antisipasi Penurunan Suplai Bahan Kebutuhan Pokok
Petugas dari Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi memantau pasokan kebutuhan pokok di tingkat pasar. (antara)

INILAHKORAN.ID - Pemkab Bekasi kini mengantisipasi penurunan pasokan bahan pokok dari sejumlah daerah penghasil guna mencegah terjadi kenaikan harga akibat stok di tingkat pasar menipis memasuki periode dua pekan terakhir Agustus 2026.

"Kita memang bukan wilayah produsen, terutama untuk komoditas cabai dan bawang merah. Biasanya dipasok dari Garut dan Brebes," kata Kepala Bidang Pengendalian Barang pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Helmi Yenti dikutip dari Antara, Rabu (19/8/2026).

Dia mengatakan, kenaikan harga cabai dan bawang merah di Pasar Induk Cibitung sebagai pusat perdagangan komoditas bahan pokok terbesar Kabupaten Bekasi dipicu kendala distribusi pasokan dari daerah penghasil dalam beberapa hari terakhir.

Pemkab Bekas diakuinya terus memperkuat koordinasi dengan distributor termasuk mencari alternatif pasokan dari daerah lain agar stok tetap melimpah hingga akhir tahun 2026 sekaligus sebagai upaya antisipasi lonjakan harga.

Namun demikian, Helmi menyebut kenaikan yang dialami dua komoditas bahan pokok utama masyarakat itu masih dalam batas wajar serta belum memberikan dampak signifikan terhadap daya beli konsumen.

"Untuk hari ini ada kenaikan sedikit. Kemarin pasokan yang masuk berkurang karena para pemetik banyak yang mengikuti kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan," ujarnya.

Dia menjelaskan harga cabai rawit merah super terkini berada di kisaran Rp43.000 per kilogram sedangkan kualitas nomor dua senilai Rp38.000 per kilogram. Cabai merah keriting super dijual Rp25.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk cabai rawit merah kualitas biasa dijual pada kisaran Rp25.000-Rp35.000 per kilogram, tergantung kualitas maupun daerah asal. Sedangkan bawang merah seharga Rp20.000-Rp25.000 per kilogram.

Menurutnyaa, kenaikan harga yang rata-rata berkisar Rp3.000-Rp5.000 per kilogram itu bersifat fluktuatif karena sangat bergantung pada jumlah pasokan yang masuk ke pasar.

"Kalau pasokan malam nanti masuk lebih banyak, harga bisa kembali turun. Jadi memang belum bisa diprediksi secara pasti," katanya.

Petugas Bahan pokok Penting (Bapokting) Pasar Induk Cibitung Abdul Rohman menambahkan, selain cabai dan bawang merah, komoditas sayuran seperti kacang panjang juga mengalami kenaikan harga.

Harga kacang panjang kualitas super di tingkat Pasar Induk Cibitung mencapai Rp20.000 per kilogram. Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi kondisi cuaca dan berkurangnya ketersediaan air di daerah produksi.

Rohman mengatakan terus melakukan pemantauan harga dan pasokan komoditas secara rutin. Hasil pemantauan di lapangan kemudian dilaporkan untuk menjadi bahan evaluasi, khususnya ketika terjadi perubahan harga pada periode tertentu.

"pasokan sebenarnya banyak, tetapi yang menjadi kendala sekarang pemetiknya berkurang. Kami mendorong para pengirim agar aktivitas pemetikan kembali normal sehingga pasokan ke pasar juga kembali lancar," jelasnya. 

Dirinya juga memastikan kondisi daya beli masyarakat saat ini masih relatif normal meskipun belum menunjukkan peningkatan secara signifikan. Kenaikan harga yang terjadi belum terlalu berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan.


Editor : Doni Ramdhani