3 Proyek Besar Ridwan Kamil saat Jadi Wali Kota Bandung yang Hingga Kini Belum Terwujud

Berikut catatan proyek besar dan gagasan yang hingga kini belum memasuki tahap pembangunan fisik.

3 Proyek Besar Ridwan Kamil saat Jadi Wali Kota Bandung yang Hingga Kini Belum Terwujud
Tiga proyek Ridwan Kamil yang belum terwujud saat menjabat jadi wali kota bandung

INILAHKORAN.ID - Nama Ridwan Kamil kerap dilekatkan dengan gagasan pembangunan kota yang visioner saat menjabat Wali Kota Bandung periode 2013–2018. 

Berbagai rencana infrastruktur besar sempat disampaikan ke publik sebagai solusi jangka panjang persoalan kota. Namun hingga bertahun-tahun setelah masa jabatannya berakhir, sejumlah janji tersebut belum pernah terwujud sama sekali.

Berikut catatan proyek dan gagasan yang hingga kini belum memasuki tahap pembangunan fisik.

1. Underpass Cibiru yang Tak Pernah Dibangun

Kemacetan parah di Simpang Cibiru, Bandung Timur, menjadi salah satu masalah klasik. Di era Ridwan Kamil, pembangunan Underpass Cibiru sempat diwacanakan sebagai solusi permanen. 

Faktanya, proyek ini tidak pernah masuk tahap konstruksi dan hanya berhenti pada wacana dan kajian awal serta terkendala status jalan nasional dan pembiayaan

Hingga kini, warga Bandung Timur masih menghadapi kemacetan yang sama tanpa solusi infrastruktur permanen.

2. Monorel atau LRT Bandung yang Hanya Berhenti di Konsep

Ridwan Kamil juga sempat mengangkat rencana monorel atau LRT perkotaan sebagai jawaban atas kemacetan Bandung. Namun hingga kini tidak ada jalur monorel atau LRT yang dibangun.

Selain itu, proyek ini tidak pernah masuk tahap groundbreaking dan masih sebatas konsep, presentasi, dan rencana jangka panjang.

Gagasan transportasi massal modern tersebut tidak pernah terealisasi di lapangan. Meski pun model kmonorel tersebut sempat dipamerkan di Alun-Alun Kota Bandung.

3. Revitalisasi Sungai Terpadu Se-Bandung

Penataan sungai Bandung sempat digaungkan sebagai program besar, tidak hanya Sungai Cikapundung tetapi juga anak-anak sungai lainnya. Namun realisasinya tidak pernah dilakukan secara menyeluruh, banyak sungai tetap kumuh dan tercemar, program terpadu skala kota tidak terwujud, yang terjadi hanyalah penataan parsial di titik-titik tertentu.

Fakta bahwa proyek-proyek tersebut belum pernah terwujud hingga kini tetap menjadi catatan kritis publik terhadap kepemimpinan Ridwan Kamil di Bandung.


Editor : Firda Rachmawati