397 Kelas Penambahan Rombel Sudah Dipasang AC, Paling Banyak Kota Depok

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat Purwanto mengungkapkan, 397 kelas yang mengalami penambahan rombongan belajar (Rombel) sudah dipasang Air Conditioner (AC) atau pendingin ruangan.

397 Kelas Penambahan Rombel Sudah Dipasang AC, Paling Banyak Kota Depok

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi jawa barat Purwanto mengungkapkan, 397 kelas yang mengalami penambahan rombongan belajar (Rombel) sudah dipasang Air Conditioner (AC) atau pendingin ruangan.

Total AC yang telah terinstalasi 794 unit, dimana tiap kelas masing-masing dipasang dua unit. Harapannya, dengan pemasangan pendingin ruangan ini dapat mengatasi gerah siswa ketika belajar.

Meski sisi lain, Purwanto juga mengharapkan ada kreativitas yang bisa dilakukan sekolah agar siswa tetap nyaman dalam belajar.

"Ya, sebenarnya kan pemasangan AC itu untuk mengatasi kelas-kelas yang dirasa panas. Sebenarnya kalau kepala sekolahnya kreatif, juga bisa melakukan rekayasa ventilasi, bisa menggunakan kipas, bisa menggunakan atau jendelanya dibuka," ujar Purwanto di Kota Bandung, Selasa 5 Agustus 2025.

Pemasangan AC ini lanjut dia, merupakan langkah jangka pendek sebelum dilakukan penambahan ruang kelas baru, untuk menampung siswa yang terjaring program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS).

"Maka kita sudah memasang di beberapa sekolah dan kelas, kita sudah masang di 397 kelas. Yang dipandang itu yang darurat, tentu kita akan terus mengupayakan pemasangan ini jika memang masih dipandang perlu," ucapnya.

Terbanyak lanjut Purwanto, pemasangan AC di kelas yang mengalami penambahan rombel adalah Kota depok. Pertimbangannya, karena suhu disana terbilang cukup tinggi.

"Depok, karena kita prioritas di kelas yang di atas 45, 48, sampai 50 dan udaranya panas," kata dia.

Soal serapan program PAPS paling tinggi di Jabar kata dia, antaranya Kota Depok, Kabupaten Bandung dan Bogor.

Mengenai target pemasangan AC, Purwanto mengaku masih banyak kelas yang harus difasilitasi di Jabar.

"Masih banyak, karena prioritas kita itu yang 48 sampai 50. Kita itu masih sekitar seribu kelasan lagi," ungkapnya.

Program PAPS ini didasari Keputusan Gubernur (Kepgub) Jawa Barat Nomor: 463.1/Kep.323-Disdik/2025 tentang Petunjuk Teknis Pencegahan Anak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan Menengah di Provinsi Jawa Barat. Total 43 ribu anak terjaring, dari total 197 ribu anak yang berpotensi putus sekolah. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti