SMK Taman Siswa Tak Laku, Imbas Penambahan Rombel

Di saat SMA dan SMK negeri sudah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolah swasta yakni SMK Perguruan Taman Siswa Kota Bandung tidak bisa melakukan aktivitas serupa.

SMK Taman Siswa Tak Laku, Imbas Penambahan Rombel
Di saat SMA dan SMK negeri sudah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolah swasta yakni SMK Perguruan Taman Siswa Kota Bandung tidak bisa melakukan aktivitas serupa.

INILAHKORAN, Bandung - Di saat SMA dan SMK negeri sudah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolah swasta yakni SMK Perguruan Taman Siswa Kota Bandung tidak bisa melakukan aktivitas serupa.

Lantaran saat membuka pendaftaran pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, SMK Perguruan Taman Siswa tak laku. Dimana disinyalir imbas adanya penambahan rombongan belajar (Rombel) di SMA/SMK negeri.

Ketua Bidang Organisasi dan SDM Yayasan Perguruan Taman Siswa Anwar Hadja mengungkapkan, sampai hari keempat MPLS tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Taman Siswa baru menerima 5 orang siswa, itu pun untuk jenjang SMA.

Sedangkan SMK Perguruan Taman Siswa, sampai hari ini belum ada satu pun siswa yang mendaftar.

"Jadi untuk Taman Siswa ini tadinya yang terdaftar di SMA itu sekitar 8 (calon siswa), SMP 8, kemudian SMK 5 (karena) biasanya akhir-akhir bulan itu baru banyak. Tapi dari yang 8 tadi untuk SMA, itu 3 (calon siswa) diantaranya ditarik ke sekolah negeri, SMK malah lima-limanya," ujar Anwar saat ditemui, Kamis 17 Juli 2025.

Mirisnya, dari 5 calon siswa yang sudah mendaftarkan diri ke SMK Taman Siswa tidak hanya melakukan pembatalan saja, melainkan turut menarik uang pendaftaran mereka.

"Sudah bayar, sudah pendaftaran, itu ditarik ke SMK negeri," ungkapnya. 

Seperti diketahui, sejak 14 Juli 2025 seluruh SMA dan SMK negeri sudah mulai melaksanakan MPLS. Ruangan kelas yang digunakan oleh para siswa pun penuh sesak, menyusul adanya kebijakan penambahan rombel sesuai program Penanggulangan Anak Putus Sekolah (PAPS), sesuai Keputusan Gubernur (Kepgub) Jawa Barat Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025 .

Bahkan, beberapa siswa diinformasikan sempat tidak kebagian meja dan kursi, akibat belum tersedianya anggaran untuk siswa yang terjaring oleh kebijakan PAPS. 

Meski pun pendaftaran calon siswa di Sekolah Taman Siswa menyusut, pihaknya tetap berharap mendapatkan siswa baru yang mendaftar. Dimana lanjut Anwar, pendaftaran untuk murid baru di Sekolah Taman Siswa masih akan berlangsung hingga akhir Juli 2025 mendatang. 

"Kita masih berharap, sampai akhir bulan ini, karena biasanya anak-anak dari luar kota, terutama atlet sekolahnya milih di Bandung," harapnya.

Sekolah Taman Siswa ini sejatinya bukan kaleng-kaleng, karena banyak atlet berprestasi pernah menempuh pendidikan disini. Antaranya mantan atlet bulutangkis Indonesia peraih medali emas Olimpiade 2004, Taufik Hidayat. Mantan pemain sepakbola Timnas Indonesia dan Persib Bandung, Eka Ramdani serta Ferdinand Alfred Sinaga.

"Iya biasanya atlet-atlet sekolah disini. Tapi kita masih berharap sampai akhir bulan. Jadi sekarang MPLS belum (dilaksanakan)," kata dia.

Selain dikenal sebagai sekolah atlet berprestasi, sekolah ini juga memiliki histori panjang karena didirikan oleh salah satu Pahlawan Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. 

"Bahkan sekolah ini diresmikan oleh beliau (Ki Hajar Dewantara)," terang Anwar. ***


Editor : JakaPermana