4 Korban Kecelakaan Cipularang Diduga perempuan
Empat korban kecelakaan maut di KM 91 tol Cipularang hingga kini belum teridentifikasi. Namun, tim Puslabfor Polri berhasil mengidentifikasi jenis kelamin 4 korban tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Empat korban kecelakaan maut di KM 91 tol Cipularang hingga kini belum teridentifikasi. Namun, tim Puslabfor Polri berhasil mengidentifikasi jenis kelamin 4 korban tersebut.
"Sementara yang berhasil diidentifikasi jenis kelaminnya 4 orang diduguga perempuan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/9/2019).
Brigjen Dedi mengatakan kondisi 4 korban diduga perempuan itu terbakar habis. Keempat korban itu diduga tak satu mobil saat kecelakaan maut terjadi.
"Diduga keempat jenazah tersebut dari 3 kendaraan. Pertama Ayla, sudah diidentifikasi diketahui kendaraan milik rental, dengan nopol B-1802-PYG, di sini diduga diketemukan 2 jenazah perempuan. Kemudian jenazah perempuan yang ketiga di Toyota Rush dengan nopol D-1268-AHK. Dan jenazah yang keempat ini ada di kendaraan Mazda B-1411-AT," ucap Dedi.
Brigjen Dedi menambahkan bahwa tim DVI Polri masih terus bekerja untuk mengidentifikasi identitas 4 korban tersebut. Polisi saat ini masih menguji hasil tes DNA keluarga korban yang masih kehilangan.
"Kalau ada ciri-ciri fisik yang mungkin masih bisa dikenali oleh pihak keluarga itu bisa mempercepat proses identifikasi, Tapi tentunya untuk keakuratan proses identifikasi adalah dengan sampel uji DNA, ini perlu waktu dan keakuratan dari antemortem pihak keluarga sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol. drg. Lisda Cancer mengatakan bahwa saat ini tim DIVI sedang melakukan pemeriksaan DNA.
"Sedang dilakukan pemeriksaan DNA, karena dari data yang ini belum ada yang cocok antara ante mortem dan post mortem. Sehingag kami menunggu hasil DNA," ungkapnya usai Launching Platform Data Dan Informasi DI-DVI, di Swiss Bell Hotel, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa (10/9/2019) siang.
Lisda melanjutkan, saat ini pihaknya masih melakukan proses, jadi nanti kalau hasil DNA sudah keluar, bisa lakukan rekonsiliasi unruk proses identifikasi.
"Bahwa lama waktu proses identifikasi jenazah korban kecelakaan tidak bisa ditentukan lama waktu proses identifikasi itu. Identifikasi pun tergantung dari kondisi jenazah yang ditemukan," tambahnya.
Peristiwa kecelakaan beruntun terjadi di jalan Tol Cipularang Kilometer 91 dari arah Bandung menuju arah Jakarta pada Senin siang. Sebanyak 21 kendaraan terlibat dalam peristiwa kecelakaan itu, yakni sejumlah truk, kendaraan pribadi, dan bus.
8 orang tewas dan puluhan orang lainnya terluka akibat insiden kecelakaan ini. 4 korban tewas sudah berhasil diidentifikasi. Sementara 4 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium forensik (Labfor) karena korban terbakar saat kecelakaan. (Rizki Mauludi/bsf)
Editor : Bsafaat

