Harga Gabah Tembus Rp8.100, Bulog Cirebon Perluas Operasi Pangan ke Pasar
Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon memperkuat operasi pangan hingga langsung menyasar pasar menyusul harga gabah yang kini dibanderol Rp8.000-8.100 per kg.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon memperkuat operasi pangan hingga langsung menyasar pasar menyusul harga gabah yang kini berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp8.100 per kilogram.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan sekaligus meredam tekanan harga pangan agar kenaikan harga di tingkat produsen tidak sepenuhnya berimbas kepada konsumen.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon Imam Mahdi mengatakan, penguatan distribusi dilakukan melalui berbagai skema stabilisasi. Tidak hanya menjangkau masyarakat sebagai konsumen akhir, Bulog juga melibatkan pedagang pasar dalam penyalurannya.
"Tidak bersaing dengan pasar, tapi kita melibatkan seluruh komponen untuk bergerak bersama untuk mengatasi inflasi daerah," kata Imam, Selasa (15/9/2026).
Menurut Imam, Bulog memiliki tiga fungsi utama dalam pengelolaan pangan, yakni menjaga ketersediaan, keterjangkauan serta stabilisasi pasokan dan harga.
Untuk menjalankan fungsi stabilisasi tersebut, Bulog menggunakan dua instrumen utama, yakni program Stabilisasi Pasokan dan harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan.
“Fungsi stabilisasi pasokan dan harga ini kita punya dua instrumen yaitu SPHP dan bantuan pangan,” ujarnya.
Imam menjelaskan, di Kota Cirebon intervensi pangan dilakukan melalui Warung Peduli Inflasi (Waduli) dan Mobil Pangan Keliling yang dijalankan bersama pemerintah daerah, Dinas Ketahanan Pangan serta Bank Indonesia (BI).
Waduli ditempatkan di sejumlah pasar yang menjadi titik pemantauan harga pangan. Komoditas strategis disediakan dengan harga mendekati harga eceran tertinggi (HET).
Imam menegaskan, keberadaan program tersebut bukan untuk mengambil pangsa pasar pedagang. Bulog justru berupaya melibatkan pedagang agar stabilisasi harga dapat berjalan langsung di pusat transaksi pangan masyarakat.
Sementara, di Kabupaten Cirebon operasi pangan dikembangkan menggunakan kendaraan truk yang bergerak langsung menuju pasar. Daerah tersebut juga memiliki program Kios Pengendali Inflasi (Kospi).
Skema serupa diterapkan di Kabupaten Kuningan melalui program Kuningan Cegah Inflasi Bersama Bulog dan Pemda (Kunci Bunda).
Penguatan distribusi tersebut dilakukan di tengah harga gabah yang telah berada pada kisaran Rp8.000 hingga Rp8.100 per kilogram. Kondisi itu menjadi perhatian karena berpotensi memberikan tekanan terhadap harga beras di tingkat konsumen.
Di sisi lain, realisasi penyaluran program stabilisasi pangan Bulog Cirebon telah melampaui sasaran yang ditetapkan.
Dia menambahkan, dari target penyaluran sebesar 17.664 ton, realisasinya telah mencapai 24.290 ton, atau sekitar 137 persen dari target.
"Capaian ini sekaligus menunjukkan besarnya intervensi pangan yang dilakukan Bulog untuk menjaga ketersediaan beras dan menahan gejolak harga di wilayah," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

