40 Ribu Warga Kehilangan Air Bersih, PDAM Kota Cirebon Siapkan Mobil Tangki
Untuk mengantisipasi kekurangan air bersih akibat bocornya pipa, PDAM Kota Cirebon siagakan 5 unit mobil tanghki ke wilayah yang rawan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Untuk mengatasi krisis air bersih akibat gangguan pipa bocor di Kawasan Bukit Plangon, PDAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon siapkan 5 mobil tanki.
Imbas pipa bocor milik PDAM di Kawasan Bukit Plangon membuat distribusi air bersih ke pelanggan terganggu. Sekitar 30 ribu warga yang memanfaatkan air bersih PDAM pun terancam.
Direktur Utama PDAM Kota Cirebon, Sofyan Satari menargetkan perbaikan maksimal tiga hari. Namun sambil menunggu, kebutuhan air warga tak bisa ikut berhenti.
Sebagai langkah darurat, PDAM menyiapkan tiga unit mobil tangki, ditambah bantuan dari PDAM Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Indramayu. Total, ada sekitar lima mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang akan dikerahkan.
"Mobil tangki ini akan kami distribusikan ke wilayah-wilayah yang paling terdampak dan membutuhkan," jelas Opang.
Dia meminta masyarakat khususnya pelanggan PDAM, untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung. PDAM, kata dia, berupaya bekerja secepat mungkin agar krisis ini tidak lagi berlarut-larut.
"Bagi warga puluhan warga Kabupaten Cirebon yang terdampak, kami akan berusaha maksimal melayani memakai mobil tangki air bersih keliling. Semoga cuacanya tidak hujan sehingga proses perbaikan akan selesai secepatnya," tukas Opang.
Kebocoran pipa ini, PDAM mencatat sekitar 78 ribu meter kubik air per hari hilang, mengalir ke tanah tanpa sempat dimanfaatkan
"Kalau dihitung, ini bisa ratusan juta rupiah per hari," aku Opang.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kebocoran. Mulai dari tekanan kendaraan berat di atas jalur pipa, hingga pergeseran kontur tanah yang memang labil di kawasan sekitar Bukit Plangon. Kombinasi yang akhirnya membuat pipa tak lagi mampu menahan beban.
Editor : Ahmad Sayuti

