Sempat ada Keluhan di Awal Operasional, SPPG Cibeber 1 Benahi Sistem Kerja
SPPG Cibeber I terus berbenah memperbaiki pelayanan mutu gizi dalam pprgram MBG dari pemerintah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID
SPPG Cibeber I terus berbenah memperbaiki pelayanan mutu gizi dalam pprgram MBG dari pemerintah– Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibeber 1 yang beroperasi sejak 20 Oktober 2025 telah melayani pendistribusian makanan ke dua sekolah yakni MTsN Cimahi dan SMPN 8 Cimahi.
Kepala Dapur SPPG Cibeber 1, Daffa Akbar menyebut, total penerima manfaat di kedua sekolah tersebut mencapai 2.540 orang per hari, termasuk siswa dan tenaga pendidik.
"MTsN Cimahi memiliki 1.171 penerima manfaat, sedangkan SMPN 8 Cimahi sebanyak 1.369 orang. Jadi dalam satu hari kami distribusikan makanan untuk 2.540 orang," kata Daffa, Kamis 5 Februari 2026.
Daffa mengakui di fase awal operasional, sempat muncul keluhan terkait makanan dari beberapa sekolah akibat belum terbiasanya sistem kerja dan alur produksi, termasuk di antara relawan.
Namun, kondisi tersebut telah diperbaiki dengan fokus pada higienitas dan keamanan pangan.
"Kami terus menyempurnakan proses kerja, dan setiap tahap pengolahan makanan selalu diawasi oleh ahli gizi untuk memastikan kualitas dan kelayakan konsumsinya," ujarnya.
Daffa menyebut Dapur SPPG Cibeber 1 didukung oleh 50 relawan dengan prosedur kebersihan yang sangat ketat sebelum memasuki area produksi.
Menurutnya, seluruh relawan dilarang menggunakan aksesoris apapun untuk menghindari kontaminasi, serta diwajibkan mengenakan alat pelindung diri (APD) meliputi apron, hairnet, masker, dan sarung tangan.
"Sebelum memulai aktivitas, relawan harus menyimpan barang pribadi di loker, mencuci tangan terlebih dahulu, baru kemudian mengenakan APD secara lengkap," tuturnya.
Tak cuma itu, pengawasan juga diterapkan sejak tahap penerimaan bahan baku dari supplier berbentuk badan usaha, yang datang mulai pukul 12.00 siang hingga 17.00 sore.
Setelah bahan baku tiba, tim persiapan yang mulai bekerja pada pukul 16.00 sore akan melakukan pembersihan, pemotongan, penyortiran, dan perhitungan jumlah porsi.
"Proses persiapan biasanya selesai sekitar pukul 22.00 WIB malam, sedangkan tahap pengolahan dimulai dari pukul 00.00 WIB malam hingga sekitar pukul 06.00 WIB pagi," bebernya.
Sementara untuk pemorsian dilakukan mulai pukul 02.00 WIB pagi sesuai takaran yang telah ditetapkan dan diawasi langsung oleh ahli gizi.
"Secara keseluruhan, dapur memiliki enam divisi utama yaitu persiapan, pengolahan, pemorsian, distribusi, cuci ompreng dan kebersihan, serta didukung oleh unsur pengawasan lapangan yang terdiri dari kepala dapur, dua asisten lapangan, dan ahli gizi," ucapnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

