Viral Eks Pegawai SPPG Spill Alasan Banyak Siswa Keracunan MBG: Ini Fatal Loh

Seorang mantan pegawai SPPG ungkap alasan mengapa banyak keracunan MBG seeing terjadi.

Viral Eks Pegawai SPPG Spill Alasan Banyak Siswa Keracunan MBG: Ini Fatal Loh
Postingan viral eks pegawai SPPG ungkap alasan keracunan MBG bisa terjadi.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi dan ratusan siswa jadi korbannya.

Menanggapi hal tersebut seorang mantan pegawai dapur MBG mengungkapkan alasan mengapa keracunan makanan bisa terjadi.

Eks pegawai SPPG ini menceritakan pengalamannya melalui media sosial Threads yang kini postingannya menjadi viral.

"Sebagai ex karyawan dapur MBG, aku spill tipis² (semoga gak viral, wkwk)

Mulai masaknya jam 12 malam, dipacking dalam ompreng jam 5 subuh, sampe di lokasi jam 8.

Belum lagi saat proses pemorsian tuh, sarung tangan dipake terus tapi hampir jarang diganti setelah ngelap meja atau angkat wadah isi makanannya," tulis pemilik akun @ekanaaa_s.

"Yang sakitnya tiap mau ganti sarung tangan, eh malah dibatasi dengan alasan takut kurang stoknya. Dalam hati kocak bener, masa sarung tangan koyak dan kotor pun tetep dipake," ujarnya.

Dia melanjutkan, "trus di awal katanya diberi pelatihan. Ku pikir betul dipraktekkan. Eh rupanya cuma kek seminar aja dengerin pemateri jelasin tentang bahan makanan, cara cuci tangan, antisipasi kontaminasi silang dan video alur masuknya bahan makanan hingga disalurkan."

"Tapi gak ada dikasih tau hal krusial seperti setelah sikap penjamah makanan ketika udah pake sarung tangan. Padahal ini fatal loh," tuturnya.

Dia kembali menjelaskan, "Kita di rumah aja gak dikasih mamak sembarangan comot makanan pake tangan kosong atau nyicip pake sendok untuk mengambil makanan karena bakalan basi."

"Apalagi ini tangan dipake sarung tangan selama pemorsian, karena mau cepat kadang mereka gak ambil makanan pake sendok atau pengepit, tapi langsung comot pake tangan."

"Lalu tangan bekas comot makanan pegang kain lap atau tepi meja dan setelah itu pegang makanan lagi tanpa diganti," katanya.

"Bisa bayangin sendiri. Aku berusaha untuk sering ganti sarung tangan tapi malah dijatahi. Lalu udah kasih tau sama temen² lain kalo dah pake sarung tangan jangan sentuh barang lain sembarangan tapi ya malah dihujat. 

Pernah juga dapurku itu terdengar kasus keracunan tapi gak sempat viral karena banyak yang gak tau, aku taunya dari kerabat salah satu staf yang kerja di divisi yang sama. 

Jadi penyelesaiannya beberapa staf BGN dan yayasan cuma datang ke lokasi dan minta maaf doang. Gak ada ku dengar kompensasi apapun," jelasnya lagi.

"Begitulah secuil cerita dari pov aku. Sebenernya masih ada banyak hal yang janggal selama aku kerja di sana, tapi ya segini dulu lah," tutupnya.***


Editor : Irma Nurfajri