Keracunan MBG Terus Terjadi, KPAI Dorong Pemerintah Lakukan Efek Jera
KPAI minta pemerintah lakukan efek jera pada dapur MBG yang telah membuat banyak anak keracunan makanan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus terjadi dan bahkan sampai ada anak yang kehilangan ingatan.
Mengingat keracunan terus terjadi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah agar menerapkan sistem efek jera dalam pelaksanaan Program MBG agar kualitas MBG terjaga dan tepat sasaran pada pemenuhan gizi anak.
"Jangan sampai penyedia yang gagal hanya berhenti sebentar, kemudian kembali mendapatkan kesempatan yang sama tanpa pembelajaran dan pertanggungjawaban yang memadai," kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra.
Dia melanjutkan, "efek jera bukan untuk menghukum semata, tetapi untuk mencegah anak lainnya menjadi korban."
Dia mengatakan setiap tahapan MBG memiliki titik risiko, mulai dari perencanaan menu dan bahan baku, pengadaan, pengolahan, pemasakan, pendinginan, pemorsian, pengemasan, penyimpanan, pengangkutan, distribusi hingga makanan dikonsumsi anak.
"Di setiap titik itu ada SOP (Standard Operating Procedure). Tetapi SOP tanpa konsekuensi yang tegas akan mudah menjadi sekadar dokumen administratif," terangnya.
"Harus ada hubungan yang jelas antara kepatuhan, kualitas layanan, pembayaran, evaluasi kontrak, penghentian operasional, dan penegakan hukum apabila ditemukan kelalaian atau pelanggaran," lanjutnya.
Selain itu, pihak KPAI juga meminta pemerintah melakukan audit total berbasis risiko kepada dapur MBG yang bermasalah.
"Audit tidak berhenti pada dapur, tetapi mencakup seluruh rantai, yang meliputi bahan baku, pengolahan, suhu, waktu, penyimpanan, kendaraan, pengemudi, jarak, distribusi dan konsumsi," jelasnya.
Pihaknya juga mendorong agar pemerintah menjadikan setiap kejadian keracunan sebagai pemicu audit otomatis.***
Editor : Irma Nurfajri

