Media Ternama Inggris Soroti Program MBG yang Buat Ribuan Siswa Keracunan Makanan
Media Dailymail soroti kasus keracunan makanan akibat program MBG yang sebabkan ribuan siswa jadi korbannya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi hingga menjadi sorotan media ternama Inggris DailyMail.
Dailymail menyoroti hampir 2.000 orang, sebagian besar pelajar, jatuh sakit akibat dugaan keracunan makanan yang terkait dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, MBG, pekan ini.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru tentang keamanan pangan seiring dengan pesatnya perluasan inisiatif bernilai triliunan rupiah di seluruh negeri, kata para pejabat setempat.
Insiden-insiden tersebut, yang dilaporkan antara hari Selasa dan Kamis di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan, memengaruhi sekitar 1.950 siswa, guru, dan murid pondok pesantren yang jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di bawah program pemerintah yang dikenal dengan akronim MBG.
Wabah tersebut merupakan kemunduran terbaru bagi program makan gratis andalan Prabowo, yang telah diluncurkan di seluruh nusantara meskipun terjadi insiden keracunan makanan berulang dan tuduhan korupsi.
Wabah terbesar dilaporkan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, di mana 752 siswa dan 25 guru di SMA Negeri 1 Lasem menderita diare, mual, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program tersebut, menurut Kepala Dinas Kesehatan Rembang, Ali Syofi'i.
Di Sidoarjo, Jawa Timur, 730 orang, sebagian besar siswa di sebuah pesantren Manbaul Hikam, terdampak dalam insiden keracunan makanan yang diduga terkait dengan program tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan 706 korban telah dipulangkan dan sedang menjalani pemulihan di rumah.
Pihak berwenang juga melaporkan 276 kasus yang diduga melibatkan siswa dan guru di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, di mana distribusi makanan dari pusat layanan gizi setempat ditangguhkan sambil menunggu penyelidikan.
Di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, 15 siswa sekolah dasar dan seorang kepala sekolah dirawat setelah mengalami pusing, mual, dan gejala lainnya setelah makan di sekolah.
Sebanyak 152 siswa lainnya dari dua sekolah menengah pertama di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dirawat di tiga rumah sakit setelah mengalami gejala yang sesuai dengan keracunan makanan.
Bupati Zadrak Tombeq memerintahkan Rumah sakit dan pusat kesehatan akan memprioritaskan perawatan bagi para korban.
Tidak ada laporan kematian, dan pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab wabah yang menyebabkan keracunan makanan tersebut.
Insiden terbaru ini menambah jumlah kasus keracunan makanan yang terkait dengan program tersebut sejak diluncurkan pada Januari 2025.
Menurut data pengawasan Kementerian Kesehatan per 2 September, insiden keracunan makanan yang terkait dengan MBG telah memengaruhi 50.059 orang dalam 560 kasus di 245 distrik dan kota di 36 provinsi.
Dalam sidang dengar pendapat dengan Komisi IX DPR yang mengawasi masalah kesehatan, kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengatakan bahwa tinjauan internal menemukan bahwa sekitar 80%Sebanyak 90% dari insiden keracunan makanan sebelumnya dikaitkan dengan kegagalan mengikuti prosedur keamanan pangan, termasuk aturan yang mengatur penyimpanan makanan, penerimaan bahan baku, pengendalian suhu, dan batas waktu konsumsi.
Sudaryono mengatakan bahwa lembaga tersebut sedang memperketat pengawasan terhadap penyedia makanan dan meninjau sekitar 27.000 pusat distribusi makanan di seluruh negeri.
Inspektur telah menemukan ratusan fasilitas yang diduga fiktif, sementara setidaknya 833 dapur telah ditutup karena gagal memenuhi standar kebersihan dan sanitasi.
Program pemberian makan gratis ini bertujuan untuk memerangi kekurangan gizi dan mengurangi stunting pada anak-anak dengan menyediakan makanan kepada hampir 90 juta siswa, balita, dan ibu hamil.***
Editor : Irma Nurfajri

