Pipa Bocor Jembatan Kampung Muara Lebak, PDAM Tirta Pakuan Sebut Alami Kerugian Rp42 Juta Per Hari
Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf membeberkan dampak akibat permasalahan pipa milik perusahaannya yang berada di di Jembatan Kampung Muara Lebak, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf membeberkan dampak akibat permasalahan pipa milik perusahaannya yang berada di di Jembatan Kampung Muara Lebak, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat.
Menurutnya adanya pengerusakan pipa yang diduga oleh pihak ahli waris membuat kerugian yang diterima Tirta Pakuan, jika dilihat materi cukup sangat banyak. Kerugian materi itu dihitung dari debit air yang kini berkurang akibat Pipa Bocor tersebut.
"Total kerugian karena debit air berkurang itu sebesar Rp42 juta per hari. Sekarang sudah dua minggu. Tinggal dikali dua minggu saja. Kemungkinan nanti akan bertambah (kerugiannya). Hal ini, disebabkan karena pihak kita tidak bisa datang ke sana untuk membetulkan pipa yang bocor," tegas Ardani Yusuf kepada wartawan di Kantor Perumda Tirta Pakuan pada Rabu (25/10/2023).
Ardani memaparkan, kerugian itu akan bertambah, karena ada perbaikan di aksesoris pipa itu sendiri. Diketahui, satu aksesoris saja nilainya Rp25 juta dan kerugiannya dikali lubang bocor yang ada.
"Kebocorannya kan ada empat titik. Berarti ada empat aksesoris yang harus kita pasang. Pasang total aksesoris itu sekitar Rp100 juta," tutur Ardani.
Disisi lain, Ardani menjelaskan, saat ini akibat pipa bocor tersebut ada 1.000 lebih pelanggan terganggu distribusi airnya. Untuk titiknya sendiri, saat ini terhitung 17 titik yang terganggu akibat pipa bocor tersebut.
"Gangguan ini terjadi akibat tekanan air berkurang karena pipa bocor. “Ada beberapa wilayah yang terganggu. Kurang lebih di Bogor Barat. Seperti Sindang Barang, Loji, kemudian wilayah sekitar pipa yakni Dewi Sri, Muara, Pasir Kuda, Pasir Jaya, Jabaru 1, Jabaru 2, JABARU 3. Jika ditotal saat ini, ada 17 titik yang terganggu," jelasnya.
Seperti diketahui, ratusan warga Kampung Muara Lebak, Jembatan Ledeng, RT 03/10 Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat mendatangi rumah ahli waris pemilik lahan, yang diatasnya melintas pipa Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, dimana saat ini kondisinya bocor besar, Selasa (24/10/2023).
Warga meminta agar pengerusakan tidak kembali dilakukan oleh pihak ahli waris dan meminta pipa Tirta Pakuan diperbolehkan diperbaiki. Hal ini lantaran, warga terdampak dalam distribusi air bersih.
Pantauan di lapangan, para warga yang didominasi oleh kaum emak-emak ini terus meneriaki yel-yel yang diarahkan agar pipa yang bocor tersebut bisa segera diperbaiki.
Kondisi yang memanas ini, membuat aparat Kepolisian dan TNI berusaha mediasi, namun belum ada hasilnya.
Diduga awal mulanya pengerusakan pipa ini, karena sengketa ahli waris pemilik lahan dengan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. Salah satu warga, Rosma menuturkan, jangan sampai saluran air diputus, dan pipa yang dirusak sengaja itu juga jangan sampai airnya terbuang mubazir.
“Kami butuh air, pelayanan air terganggu, karena aliran jadi kecil. Saya harap aman dan damai ahli waris dan Tirta Pakuan,begitu saja,” ungkap Rosma di depan rumah ahli waris.
Rosma menerangkan, semoga ada solusi yang terbaik bagi masyarakat, jangan sampai masyarakat jadi susah dan korban.
“Pelaku pengerusakan ditindak dengan aturan yang sesuai saja,” tambahnya sambil diaminkan warga lainnya.*** (Rizki Mauludi)
Editor : JakaPermana

